34 Napi High Risk Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 30 November 2021 06:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 337 2509369 34-napi-high-risk-dipindahkan-ke-lapas-nusakambangan-lhSU9xGTQY.jpg Napi high risk dipindahkan ke Nusakambangan. (Ist)

JAKARTA - Sebanyak 34 narapidana kategori high risk dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) di wilayah Nusakambangan, Jawa Tengah.

Mereka dipindahkan dari Lapas Kelas I Madiun, Jawa Timur (Jatim), ke Nusakambangan pada Sabtu (28/11/2021) malam. Pemindahan narapidana ini mempertegas komitmen untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di lapas dan rumah tahanan negara (rutan).

Pemindahan dilakukan berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Pertama, surat tanggal 11 November 2021 tentang persetujuan pemindahan 22 narapidana dengan inisial SS, dkk. Kedua, surat 22 November 2021 tentang persetujuan pemindahan 12 narapidana dengan inisial BH, dkk.

Sebanyak 22 narapidana kelompok pertama dipindahkan ke Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar. Sementara 12 narapidana lainnya dipindahkan ke Lapas Kelas I Batu.

Plh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Jatim, Gun Gun Gunawan, mengatakan, proses pemindahan telah dimulai sejak Sabtu (27/11) untuk proses transit sementara.

"Pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat dari Batalyon C Brimob Polda Jatim Pelopor Madiun, Petugas Lapas Kelas I Madiun, dan Petugas Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim," kata Gun Gun pada Selasa (3/11/2021).

Menurutnya, semua proses dilakukan dengan pengamanan yang ketat sehingga berjalan dengan lancar dan tertib. Tak lupa dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca Juga : 4 Penjara Paling Mengerikan di Indonesia, Nomor 3 Ribuan Orang Tewas Tergantung

“Pemindahan narapidana high risk ke lapas yang memiliki pengamanan lebih ketat ini diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di lapas/rutan sehingga tercipta kondisi yang lebih kondusif,” tuturnya.

(erh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini