Nurdin Abdullah Terancam Kehilangan Seluruh Hartanya Bila Tak Bayar Pidana Tambahan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 29 November 2021 23:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 337 2509318 nurdin-abdullah-terancam-kehilangan-seluruh-hartanya-bila-tak-bayar-pidana-tambahan-R66w6zK96i.jpg Nurdin Abdullah (Foto : tangkapan layar video KPK)

JAKARTA - Majelis Hakim PN Makassar menjatuhkan juga pidana tambahan terhadap mantan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Dan harus membayar uang pengganti bila tidak mau kehilangan seluruh hartanya.

Diketahui, Nurdin harus membayar uang pengganti sebesar Rp2,1 miliar dan 350 ribu dolar singapura dalam perkara suap dan gratifikasi.

Pembayaran ganti rugi kepada negara harus diselesaikan dalam jangka waktu satu bulan setelah putusan, jika tidak, maka seluruh harta bendanya akan dirampas untuk negara. Apabila harta tidak mencukupi, Nurdin harus menggantinya dengan kurungan 10 bulan penjara.

Majelis hakim PN Makassar dalam sidang putusan malam ini juga menjatuhkan pidana tambahan dicabut hak politik terhadap Nurdin selama tiga tahun setelah habis masa tahanan.

Sebelumnya diberitakan, Nurdin Abdullah malam ini divonis 5 tahun penjara dan denda Rp500 juta dalam perkara korupsi suap dan gratifikasi pada sejumlah proyek di Sulsel.

Vonis dibacakan Majelis Hakim yang diketuai Ibrahim Palino dalam persidangan secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin (29/11/2021) malam.

Baca Juga : Nurdin Abdullah Juga Divonis Bayar Uang Pengganti Rp5,8 Miliar dan Cabut Hak Politik

Nurdin dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan menerima gratifikasi dan suap miliaran rupiah dari sejumlah pihak dalam kurun waktu 2020 hingga awal 2021.

Nurdin harus menjalani hukuman pengganti selama empat bulan penjara apabila tidak mampu membayar denda.

Pada persidangan sebelumnya, Jaksa KPK menuntut agar Nurdin dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan. Jaksa juga menuntut agar Nurdin Abdullah dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti dan pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik.

Nurdin Abdullah pun dituntut oleh tim jaksa KPK untuk membayar uang pengganti Rp3,18 miliar dan 350.000 dolar Singapura atau setara Rp3,67 miliar. Jika dikalkulasikan, uang pengganti yang dituntut jaksa harus dibayarkan Nurdin Abdullah sekira Rp5,8 miliar.

Jaksa meyakini bahwa Nurdin Abdullah telah menerima suap dan gratifikasi bersama-sama dengan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Edy Rahmat, terkait sejumlah proyek di Sulawesi Selatan.

Edy Rahmat pada sidang Senin (29/22) siang di Pengadilan Negeri Makassar telah mendapat vonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini