PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Sejumlah Daerah Turun ke Level 1 dan 2

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 29 November 2021 22:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 337 2509314 ppkm-jawa-bali-diperpanjang-sejumlah-daerah-turun-ke-level-1-dan-2-fofggLhUtC.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA — Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali diperpanjang selama dua pekan ke depan. Berdasarkan hasil evaluasi, sejumlah daerah mengalami penurunan ke PPKM Level 2 dari sebelumnya level 1.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penerapan PPKM di Jawa-Bali menunjukkan tren yang cukup stabil. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kasus Covid yang terus terjaga pada tingkat cukup rendah. Kasus konfirmasi terus ditekan dan penurunannya ada di angka 99 persen sejak puncak kasus Juli 2021 lalu.

Walaupun tren Covid-19 di Jawa-Bali cenderung stabil, Luhut mengungkapkan saat ini terjadi peningkatan nilai Rt (penambahan kasus aktif nasional). Spesifik di Jawa-Bali, peningkatannya terjadi 4 hingga 5 hari berturut-turut pada periode awal munculnya varian delta.

Berdasarkan hasil asesmen 27 November 2021 terdapat penambahan 23 kabupaten/kota yang masuk ke dalam level 2 dan sebanyak 8 Kabupaten Kota yang masuk ke dalam level 1.

"Berdasarkan asesmen dari World Health Organization (WHO), 10 kabupaten/kota yang kembali ke level 2 di antaranya berada di wilayah Jabodetabek yang terjadi akibat turunnya angka tracing (penapisan) anggota aglomerasi di wilayah Jabodetabek," ucap Luhut dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (29/11/2021) malam.

Baca Juga : Bertambah, 23 Kabupaten/Kota Masuk PPKM Level 2 dan 8 Lainnya Level 1

Berdasarkan hasil survey Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks Belanja Masyarakat menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat sudah cukup signifikan dibandingkan data pada periode Nataru 2020 dan mendekati periode Libur Idul Fitri 2021.

"Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat," pungkas Luhut.

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini