Ini Alasan Rais Aam Tetapkan Muktamar PBNU pada 17 Desember 2021

Widya Michella, MNC Media · Senin 29 November 2021 19:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 337 2509263 ini-alasan-rais-aam-tetapkan-muktamar-pbnu-pada-17-desember-2021-NqaUvcq4bR.jpg Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (Foto: MNC Portal)

JAKARTA - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU), KH Miftahul Akhyar mengungkapkan alasan dirinya mengeluarkan surat perintah tentang dipercepatnya pelaksanaan Muktamar NU ke-34 pada 17 Desember 2021.

Salah satu alasannya yakni adanya seseorang yang mengatasnamakan dari Badan Intelejen Negara (BIN) yang meminta agar sang kiai mengundur perhelatan Muktamar NU.

"Saya ditelepon orang dari Amerika mengatasnamakan BIN namanya Imran, dia mantan Duta Besar RRC saat itu ia sedang ada di Amerika. Saya ditelepon dari Jakarta minta supaya Muktamar diundur karena yang menginginkan Muktamar 2021 punya niat jelek, saya kaget," ujar dia.

"Yang minta Muktamar tahun ini saya, kok ada niat jelek wong saya hanya ingin khusnul khotimah dalam berkhidmat," imbuhnya.

Baca juga: Dukung Regenerasi, 27 PWNU Setujui Permintaan Rois Aam Percepat Muktamar

Lelaki tersebut juga meminta agar Miftahul Akhyar dapat mengintervensi untuk penundaan Muktamar pada Februari atau Maret 2022 mendatang.

"Ini sudah mundur Desember mestinya Muktamar itu diselenggarakan 22 Oktober. Ini darurat, tidak boleh diperpanjang coba dikaji tidak bisa tambah tambah," ujar Ketum MUI ini.

Baca juga: Said Aqil: Muktamar Akan Diputuskan di Rapat PBNU

"Tetapi tetap ngotot namun saya biarkan dengan kejadian itu di Khutbah Iftitah langsung saya katakan, saya minta muktamar diselenggarakan pada Desember tahun ini karena ada telepon upaya-upaya saya tidak tahu apa maksudnya," tuturnya.

Menurut dia, jika pada Desember Muktamar NU tidak terselenggara maka hal tersebut bertentangan dengan Konferensi Besar (Konbes) sehingga tidak ada lagi pengurus PBNU.

"Kalau lepas sampai tanggal 25 hasil Kombes itu kita sudah habis masa khidmat nya dan tidak ada pengurus PBNU. Harus diputuskan dalam waktu yang secepatnya," ujar dia.

Ia pun menegaskan bahwa Rais Aam PBNU berkomitmen untuk bertanggung jawab apa pun keputusan dari hasil Munas dan Konbes NU.

"Itu tanggung jawab saya, saya siap bertanggung jawab apa pun kalau memang salah. Saya siap bertanggung jawab dengan surat perintah teman-teman panitia," kata dia.

"Mudah-mudahan tetap kita ajak semuanya kita tetap koordinasi dengan baik tanfidziyah dan syuriah. Kita upayakan berjalan dengan sejuk damai menghasilkan maslahat dan manfaat," tuturnya.

Baca juga: Pemerintah Terapkan PPKM Level 3, PBNU Tunda Muktamar NU

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini