Kisah Hoegeng Tak Pernah Makan Siang di Kantor, Cuma Minum Teh Hangat

Tentya Noerani Dewi Richyadie, · Selasa 30 November 2021 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 337 2509157 kisah-hoegeng-tak-pernah-makan-siang-di-kantor-cuma-minum-teh-hangat-WDup59Z3hu.jpg Jenderal Hoegeng (Ist)

JAKARTA - Jenderal Hoegeng merupakan sosok yang tidak biasa. Walau pernah menjabat sebagai Kapolri dan menteri, dirinya tetap hidup sederhana.

Sebagai pejabat negara dan mantan Kapolri, Hoegeng tak memiliki apa-apa sampai wafatnya, kecuali kejujuran itu sendiri. Demikian terungkap dalam Buku Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan yang ditulis dari penuturan bekas asisten dan sekretaris pribadi Hoegeng, Soedharto Martopoespito.

Kisah hidup dan teladan Hoegeng Iman Santoso bisa menjadi cermin perlunya sosok polisi yang bersahaja, terbuka, jujur, profesional, tanpa kompromi. Keteladanan seorang polisi seperti Hoegeng diperlukan untuk mendorong perubahan.

Selama di kantor, Hoegeng tak pernah makan siang. Ia hanya minum teh hangat yang selalu disediakan petugas bagian rumah tenaga Sekretaris Negara. Sebagai orang jawa, Hoegeng memegang kuat adat jawa, yaitu menghargai apa yang telah dimasak oleh istrinya, Meriyati Roeslani, yang dipanggil Meri.

Menurut Meri, ia selalu menunggu suami dan anak-anaknya pulang untuk makan siang dan malam bersama. Masakan yang disukai Hoegeng adalah sayur lodeh dan tempe goreng. Apalagi, jika dilengkapi lalap pete atau jengkol dan sambal terasi pedas.

Tradisi makan bersama terus dilakukan Hoegeng hingga menjadi Menteri atau Panglima Angkatan Kepolisian (Menteri/Pangak), yang kemudian berganti menjadi Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri).

Baca Juga : Peristiwa 14 Oktober: Kelahiran Polisi Paling Jujur Jenderal Hoegeng

"Kami sering makan bersarna kalau Papi sudah pulang kerja. Sambil makan, kami menceritakan apa saja yang menarik dan yang kami alami pada hari itu," ujar Didit, putra Hoegeng.

(erh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini