Share

Presiden Jokowi Sampaikan 6 Fokus APBN 2022, Nomor 1 Penanganan Covid-19

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 29 November 2021 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 337 2509094 presiden-jokowi-sampaikan-6-fokus-apbn-2022-nomor-1-penanganan-covid-19-ghAr7v7cGz.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dunia dan Indonesia masih akan dilanda ketidakpastian pada 2022 mendatang akibat pandemi Covid-19. Sebab itu, ia ingin rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun depan harus responsif mengantisipasi ketidakpastian tersebut.

Hal itu dikatakan Jokowi saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2022 di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/11/2021).

"Menghadapi ketidakpastian tahun 2022, kita harus merancang APBN tahun 2022 yang responsif, antisipatif, dan juga fleksibel, selalu berinovasi dan mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi dengan tetap menjaga tata kelola yang baik," ucapnya.

Jokowi menuturkan, APBN 2022 memiliki peran sentral. Sebagai Presidensi G20, Indonesia harus menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi perubahan iklim, terutama pengurangan emisi dan gerakan perbaikan lingkungan secara berkelanjutan. Indonesia juga harus menunjukkan aksi nyata pada green and sustainable economy.

Baca juga: Jokowi : Korpri Harus Jadi Garda Terdepan Reformasi Birokrasi, Pangkas Regulasi yang Menghambat

"Selain itu APBN tahun 2022 juga harus mendorong kebangkitan ekonomi nasional dan mendukung reformasi struktural," jelasnya.

Baca juga: Presiden Jokowi: UU Cipta Kerja Masih Berlaku!

Jokowi lalu memaparkan fokus APBN 2022. Pertama, melanjutkan pengendalian Covid-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan. Kedua, menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat yang kurang mampu dan rentan. Ketiga, peningkatan SDM yang unggul.

"Keempat, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan kemampuan adaptasi teknologi. Kelima, penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antardaerah. Keenam, melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero based budgeting agar belanja lebih efisien," paparnya.

Jokowi kembali mengingatkan jajarannya bahwa 2022 masih dilanda ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Karenanya pemerintah harus terus mewaspadainya. "Ketidakpastian di bidang kesehatan dan ekonomi harus menjadi basis kita dalam membuat perencanaan dan melaksanakan program" pungkasnya.

Baca juga: Sikapi Putusan MK, Jokowi Tegaskan Revisi UU Cipta Kerja Secepat-cepatnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini