Share

7 Kasus Penganiayaan Terhadap Polisi, Dikeroyok Geng Motor hingga Pria Mabuk

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 29 November 2021 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 337 2508810 7-kasus-penganiayaan-terhadap-polisi-dikeroyok-geng-motor-hingga-pria-mabuk-YkDbPf8xxI.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

KASUS pengeroyokan terhadap polisi masih terus terjadi. Aparat penegak hukum itu dicelakai oleh para pelaku kejahatan yang tak terima ditangkap, hingga melakukan perlawanan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut sejumlah kasus pengeroyokan terhadap petugas kepolisian yang pernah terjadi.

1. Iptu Suwardiyang Dikeroyok Geng Motor

Iptu Suwardiyang merupakan anggota Polsek Cilandak yang dikeroyok oleh geng motor. Diduga geng motor itu sedang balap liar di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Kamis (8/7/2021).

Niat ingin membubarkan kerumunan dan balap liar, justru korban dikeroyok di lokasi. Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka di bagian badan.

2. Polisi Medan Dianiaya Anggota DPRD Sumut dan Kelompoknya

Terjadi penganiayaan terhadap dua anggota polisi yang bertugas di Ditlantas Polda Sumut, yakni Bripka Karingga Ginting dan Bripka Mario. Aksi ini dilakukan oleh oknum anggota DPRD Sumut berinisial KS, yang terjadi pada Minggu (19/7) malam di Diskotik Retro, Gedung Capital Building.

Saat itu terjadi keributan antara kelompok KS dengan kelompok lain. Tak diketahui penyebabnya, keributan tersebut berimbas kepada kedua anggota Polri tersebut. Bripda Mario diduga mencoba melerai, namun Bripka Karingga malah menjadi korban KS dan rekannya yang berjumlah 20 orang. KS secara membabi buta menyerang Bripka Karingga dengan cara memukul dan menendangnya mulai dari lantai atas hingga ke halaman parkir gedung tersebut.

Bripka Karingga mengalami luka di kepala dengan empat jahitan, tengkorak kepala agak legok ke dalam akibat pukulan benda tumpul, ruas jari telunjuk sebelah kiri mengalami pergeseran dan luka lecet serta lebam di wajah. Sementara Bripka Mario mengalami luka di kepala sebelah kanan, luka dan lebam di wajah dan tulang rusuk sebelah kiri. Kepolisian Resor Kota Besar Medan akhirnya menangkap empat pria yang diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap dua personel polisi tersebut.

3. Pria Mabuk Hajar Polisi

Seorang polisi di Rokan Hilir berinisial SMS mengalami luka serius di bagian wajahnya karena hantaman gelas. Penganiayaan bermula saat ia bersama temannya, BD, datang ke sebuah warung tuak. Di lokasi, SMS bersama rekannya memesan minuman tradisional beralkohol. Keduanya turut bernyanyi di tempat hiburan pinggir jalan pada Jumat malam, 16 Oktober 2020. Korban atau SMS merasa terganggu dengan PS lantaran PS dan 7 rekannya enggan memberikan kesempatan orang lain untuk bernyanyi.

PS yang mulai terpengaruh alkohol, mengamuk ke beberapa pengunjung. SMS langsung menenangkan pelaku dan mengambil gelas. Ia memeluk pelaku dan memintanya menahan emosi serta tidak ribut dengan pengunjung lainnya. Namun pelaku malah memberontak dan mengambil gelas lalu memukul SMS beberapa kali hingga gelas tadi pecah. Pengunjung segera menghentikan kejadian itu dan membawa korban ke rumah sakit terdekat. Selang beberapa waktu, sejumlah polisi datang ke kedai dan membawa pelaku ke Polres Rokan Hilir untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga : Ricuh Aksi Pemuda Pancasila, Polisi Amankan 6 Senjata Tajam dan 2 Peluru

4. Brigadir Rizal Pendarahan di Otak Akibat Dipukul Bandar Narkoba

Brigadir Rizal Taufik terpaksa menjalani operasi di Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati, Jakarta Timur akibat dipukul benda tumpul saat melakukan penyamaran. Saat itu ia memburu bandar narkoba yang melibatkan pasangan suami istri Ahmad Sopian (33) dan Siti Aisyah (33), pada Jumat 5 Januari di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Akibat pemukulan ini, Brigadir Rizal mengalami luka yang cukup parah di bagian wajah dan kepala. Bahkan, ia menderita pendarahan di selaput otak bagian belakang atau sub aranoid dan efidural serta keretakan di bagian tengkorak.

5. Polisi Dikeroyok saat Menegur Pengendara Motor Ugal-ugalan

Bripda Bayu Eko dikeroyok saat menggunakan sepeda motor menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi di Jalan Otista, Kecamatan Citamiang untuk tugas jaga. Bripda Bayu berpapasan dengan ketiga pelaku yang masing-masing membawa pasangan wanitanya, pada Senin 11 Desember sekira pukul 22.30 WIB. Ia menegur para pelaku agar tidak mengendarai motor secara ugal-ugalan di jalan raya karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

6. Polisi Dikeroyok Orang Tak Dikenal

Brigadir Slamet (36), anggota polisi dari Mabes Polri dikeroyok oleh orang tidak dikenal di depan Hotel Harris, Jakarta Pusat, pada Minggu 6 Januari 2017. Kejadian bermula saat Brigadir Slamet sedang melintas di Jalan Hayam Wuruk menuju Harmoni menggunakan sepeda motor dini hari. Lalu, ia melihat lebih dari satu orang yang mengikutinya dari belakang.

Ketika berada di depan Hotel Harris, Brigadir Slamet dipepet oleh pelaku. Dalam waktu singkat, anggota Polri itu langsung dipukul oleh para pelaku hingga pingsan. Akibatnya, Brigadir Slamet menderita luka di bagian pelipis dan dagu sebelah kiri. Saksi mata yang melihat kemudian melarikannya ke Rumah Sakit Tarakan.

7. Anggota Polisi Dibacok saat Lerai Tawuran di Bekasi

Iptu P Anjang dan Bripka Slamet Aji, dua anggota Polsek Pondok Gede dibacok kawanan Geng Rawa Lele 212 saat melerai tawuran di wilayah Bekasi, pada 3 Desember 2017. Para pelaku diduga dalam pengaruh alkohol setelah berpesta minuman keras dalam perayaan ulang tahun salah satu temannya. Setelah mabuk dan tidak terkendali, mereka jalan-jalan tanpa tujuan sehingga terjadi tawuran yang melibatkan kelompok pemuda lain.

Saat itu, Iptu P Anjang dan Bripka Slamet Aji berupaya melerai aksi tawuran tersebut. Namun bukannya berhenti, para pemuda itu malah menyerang petugas yang mengakibatkan Iptu P Anjang dan Bripka Slamet Aji mengalami luka bacok di betis serta tangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini