Share

Soal Varian Covid Omicron, Menkes : Jangan Termakan Hoaks!

Komaruddin Bagja, Sindonews · Minggu 28 November 2021 21:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 28 337 2508743 soal-varian-covid-omicron-menkes-jangan-termakan-hoaks-ByuiTT9nol.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin menjelaskan soal perkembangan varian baru Covid-19 varian Omicron, penelitiannya masih berjalan. Varian Omicron ini, diidentifikasi masuk GISAID 9 November 2021 menjadi varian under investigation oleh WHO 24 November 2021 lanjut ditingkatkan pada (variant of concern/ VOC), sejak Jumat 26 November 2021.

"Khusus untuk omicron ini studinya masih berjalan. Jadi jangan termakan berita hoaks yang seakan-akan mereka menjadi ahli virologi. Ini bidangnya virologi," ujar Budi Gunadi, Minggu (28/11/2021).

Sampai sekarang, sambungnya, belum ditemukan indikasi bahwa omicron ini meningkatkan keparahan pasien Covid-19. Untuk meningkatkan transmisi penularan, kemungkinan besar tidak lebih cepat penularannya sdenag difinalisiasi.

"Apakah dia bica escape immunity atau menurunkan menurunkan antibodi dari infeksi atau vaksinasi sebelumnya kemungkinan besar iya. Balik lagi belum dikonfirmasi," terangnya.

Baca Juga : Luhut Gerak Cepat Antisipasi Varian Omicron, WNI dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Dirinya pun tetap meminta masyarakat waspada adanya penularan varian Omicron. Ia juga mengimbau agar tetap tenang karena varian baru tersebut masih tahap penelitian.

"Jadi pesan peratama yang ingin saya sampaikan bahwa dunia dan Indonesia sekarang sudah lebih cepat dan lebih canggih mengidentifikasi varian-varian baru," kata Budi.

Budi menegaskan, varian baru inilah yang menyebabkan adanya lonjakan kasus aktif Covid-19. "Jadi setiap ada alfa, beta, gamma dan delta. Jadi setiap ada varian baru pasti ada lonjakan. Faktor utama itu adalah lonjakan baru. kenapa ini menjadi variant of concern cepat karena dia bermutasinya sangat banyak dan berbahaya dari varian dari sebelumnya," ujarnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Virus tersebut bermutasi ada sekitar 50. Sebanyak 30 mutasi ada di spike protein di mahkota corona dan 30 mahkotanya itu banyak mutasi di alfa delta beta gamma yang buruk-buruk teridentifikasi.

Mutasi yang buruk dibagi tiga kelompok. Kelompok pertama, mutasi yang meningkatkan keparahan. Kelompok kdeua mutasi-mutasi yang meningkatkan transmisi penularan. Kelompok ketiga adalah kelompok mutasi yang meningkat escape immunity atau bisa menghindari vaksin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini