Share

Deretan Peristiwa Kekerasan Terhadap Polisi Selama Sepekan

MNC Portal, · Minggu 28 November 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 28 337 2508561 deretan-peristiwa-kekerasan-terhadap-polisi-selama-sepekan-VAJNpSOEvh.jpg Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo marah saat anggotanya dikeroyok/ Antara

JAKARTA - Sejumlah peristiwa kekerasan menimpa anggota polisi yang bertugas di lapangan dalam sepekan ini. Ketiga peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Jakarta, Cirebon dan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).

(Baca juga: Massa Pemuda Pancasila Keroyok Perwira Polisi, Dirlantas Polda Metro Ngamuk)

Sahabat Polisi Indonesia (SPI) mencatat, ada tiga kejadian yang menimpa petugas dalam rentang waktu satu minggu belakangan. Pertama, saat anggota Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat ditabrak dan dilindas oleh Bandar Narkoba saat pengungkapan kasus di Cirebon, Jawa Barat. Akibatnya, seorang perwira pertama mengalami sejumlah luka.

(Baca juga: Tertangkap Usai Tabrak dan Lindas Perwira Polisi, Begini Nasib Bandar Narkoba di Tangan Timsus)

Selanjutnya, seorang pria di Kabupaten Banyuasin, Muhammad Nur alias Amad (39) ditangkap polisi setelah mengancam seorang polisi lalu lintas (Polantas) dengan celurit.

Dan yang terakhir adalah, Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali yang dikeroyok massa Pemuda Pancasila saat melakukan unjuk rasa di Gedung DPR.

ist

“SPI merasa prihatin dengan keadaan ini. Dalam satu minggu, tiga polisi mengalami risiko tinggi di lapangan,” ujar Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh, Minggu (28/11/2021).

Oleh karena itu, dia meminta perlu adanya perbaikan dalam SOP keamaan polisi saat bertugas di lapangan. “Kita ingin semua petugas Kepolisian bisa bekerja dengan baik dan selamat,” ujarnya.

Dia juga meminta pimpinan Polri untuk memberi perhatian dan apresiasi terhadap anggota Kepolisian yang akhirnya mendapatkan atau mengalami risiko tinggi saat bertugas. Jika para anggota Kepolisian ini mengalami sesuatu yang fatal dan berdampak pada masa depannya, Polri harus memastikan bahwa anggota tersebut dan keluarganya memiliki kehidupan yang layak.

“Harus diberi perhatian lebih. Pengobatannya, kesejahteraannya, masa depan anak-anaknya. Itu memang sudah risiko sih, tetapi sebaiknya soal aspek kehidupan Anggota Kepolisian yang layak (setelah kejadian) kan harus tetap jadi perhatian,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini