Menag: Saudi Hapus Syarat Booster untuk Jamaah Umrah Indonesia

Widya Michella, MNC Media · Minggu 28 November 2021 08:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 28 337 2508519 menag-saudi-hapus-syarat-booster-untuk-jamaah-umrah-indonesia-7L74wxSga9.jpg Saudi hapus syarat booster untuk jamaah indonesia/ saudi gazette

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi untuk membahas sejumlah persoalan, termasuk jamaah haji dan umrah Indonesia.

(Baca juga: Jamaah Indonesia Boleh Umrah Desember 2021, Berikut Persiapannya)

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini, membawa angin segar bagi jamaah umrah di Indonesia, salah satunya, dihapuskannya syarat dosis ketiga atau booster.

Calon jamaah haji yang menggunakan vaksin Sinovac kini tidak lagi diwajibkan menggunakan booster. Namun mereka tetap harus menjalani karantina selama lima hari sesampainya di Tanah Suci.

(Baca juga: Umrah Segera Dibuka Kembali, Satgas Pantau Pemberangkatan hingga Kepulangan Jamaah)

"Tidak lagi ada persyaratan booster, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menjalani karantina institusional selama lima hari. Ini harus dipatuhi dan menjadi perhatian bersama,”ucap Menag demikian dikutip dalam laman resmi Kemenag, Minggu,(28/11/2021).

Selain itu, otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA), telah memperbarui aturan penerbangan internasionalnya pada 25 November 2021. Dimana terhitung 1 Desember 2021, penerbangan dari Indonesia dapat langsung menuju ke Arab Saudi.

"Alhamdulillah, jelang kepulangan kunjungan kerja dari Arab Saudi, saya mendapat informasi resmi bahwa mulai pukul satu dini hari, pada Rabu 1 Desember 2021, warga Indonesia sudah diperbolehkan masuk ke Arab Saudi tanpa perlu melalui negara ke-3 selama 14 hari,”ucapnya.

Selain Indonesia, kata Menag, ada lima negara lain yang juga sudah mendapat izin masuk Saudi, yaitu: Pakistan, Brazil, India, Vietnam, dan Mesir.

Larangan terbang atau suspend diberlakukan oleh Arab Saudi terhadap Indonesia dan sejumlah negara lainnya sejak Februari 2021. Ketentuan ini sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021.

Penerbangan dari Indonesia diperbolehkan langsung ke Saudi, tetapi hanya dikhususkan bagi orang-orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi, baik mukimin atau ekspatriat.

“Semoga ini juga akan menjadi kabar baik buat jamaah umrah Indonesia yang sudah tertunda keberangkatannya sejak Februari 2021. Semoga jemaah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ke Tanah Suci. Namun, harus disiplin protokol kesehatan sesuai ketentuan Arab Saudi,"ujar dia.

Gus Yaqut juga turut mengapresiasi respons cepat dari otoritas Arab Saudi atas sejumlah pembahasan yang dilakukannya beberapa hal ini di Jeddah dan Makkah, baik dengan Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Syekh Abdullatif bin Abdulaziz, Gubernur Makkah Khalid bin Faisal Al Saud, maupun Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi H.E Tawfiq F. Al-Rabiah.

"Dalam tiap kesempatan, saya sampaikan kepada mereka tentang kesiapan Indonesia dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Bersama tim Kemenag sudah saya minta untuk menyusun skenario dan teknis penyelenggaraan yang akan dibahas bersama dengan Wakil Menteri Urusan Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia Abdulfatah Suliman Hashat bersama jajarannya,” tutup Menag.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini