Share

Presiden Jokowi Akui Target Vaksinasi WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Sabtu 27 November 2021 20:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 337 2508431 presiden-jokowi-akui-target-vaksinasi-who-sulit-tercapai-di-akhir-2021-t2QOXgoJbb.jpg Presiden Joko Widodo (Biro Pers)

JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 masih terus dilakukan di Indonesia. Namun, diakui Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa masih kesulitan untuk mengejar target vaksinasi yang ditetapkan WHO.

"Saat ini lebih dari 7,6 miliar dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan di seluruh dunia. Angkanya terlihat begitu besar, namun sebenarnya kesenjangan akses terhadap vaksin masih lebar,” tulis akun Instagram @jokowi (27/11/2021).

Baca Juga:  Efek Varian Omicron, Lebih Cepat Menular dan Menambah Keparahan Penyakit

Menurut Jokowi, sebanyak 64,99 persen populasi negara kaya telah menerima setidaknya satu dosis vaksin. Sementara di negara miskin baru 6,48 persen.

"Target vaksinasi WHO sulit tercapai,” sambungnya.

Selain itu, diperkirakan hampir 80 negara tidak mencapai target vaksinasi 40 persen populasi di akhir tahun 2021. Pada saat yang sama, lebih dari 100 juta dosis vaksin di negara G7 tidak terpakai dan kedaluwarsa.

Baca Juga:  Pemprov DKI Klaim Vaksinasi Dosis Kedua di Jakarta Capai 100%

Maka dari itu, ia mengajak seluruh negara untuk saling bekerja sama agar capaian target vaksinasi bisa terealisasikan secara optimal. Salah satunya yakni melalui dose-sharing dan peningkatan produksi vaksin.

“Karena itulah, pada KTT Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 secara virtual yang saya hadiri dari Istana Bogor, kemarin, saya mengajak para pemimpin negara Asia dan Eropa untuk bekerja sama menghadapi pandemi yang tak kunjung usai. Target vaksinasi WHO harus dicapai semua negara. Untuk itu, dose-sharing harus digalakkan, produksi vaksin dinaikkan, dan kapasitas penyerapan negara penerima vaksin ditingkatkan,” katanya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini