Share

Varian Omicron Sebabkan Banyak Mutasi Menyerang Sistem Imun

Nandha Aprilia, MNC Media · Sabtu 27 November 2021 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 337 2508401 varian-omicron-sebabkan-banyak-mutasi-menyerang-sistem-imun-3w4hZsFTLv.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut varian baru Covid-19 dengan nama Omicron. Varian tersebut sudah terdeteksi di Hong Kong, Afrika Selatan, Botswana.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara dan mantan Dirjen Pengendalian Penyakit, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan terkait mutasi yang disebabkan varian ini.

Baca Juga:  Pemprov DKI Klaim Vaksinasi Dosis Kedua di Jakarta Capai 100%

Mutasi yang terjadi bisa mencapai 30 di spike protein. Bahkan, diketahui sampai menyentuh angka 50 mutasi.

"Ini adalah mutasi terbanyak virus Covid-19 selama ini, dan sebagian mutasi ini adalah baru (novel),” papar Tjandra Yoga Aditama, Sabtu (27/11/2021).

Lantas, dia pun mengkhawatirkan dampak yang ditimbulkan dari varian Covid-19 ini. Selain penyebaran yang cepat, melihat dari kasus nyata yang terjadi di Afrika, dia menuturkan dari varian ini dapat menyerang sistem imun tubuh.

Menurut Tjandra, keterkaitan varian baru ini dengan vaksin. Dia pun khawatir lantaran varian ini bekerja melalui spike protein yang takutnya akan memberi dampak efimasi vaksin.

“Sekarang produsen vaksin sedang menelitinya, setidaknya Moderna dan Astra Zeneca (di Botswana) dan tentu akan diikuti produsen vaksin lainnya, termasuk yang digunakan di Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga:  Kasus Positif Covid-19 Bertambah 404 Orang, Yogyakarta Penyumbang Terbanyak

Dia menambahkan, butuh waktu untuk meneliti hingga memastikan hal ini dengan mengkaji kembali terkait 5 hal yakni penyebaran, beratnha penyakit, infeksi ulang, dan apakah PCR dan Rapid Antigen masih dapat digunakan.

Sebagaimana diketahui, varian ini sudah menyerang beberapa negara di Eropa yakni di Belgia, Afrika, dan juga sudah masuk ke Asia tepatnya di Hong Kong. Tjandra pun mengimbau masyarakat untuk sederhananya tetap lakukan dan menjaga prokes dengan ketat.

“Untuk kita anggota masyarakat luas maka tetaplah ketat menjaga protokol kesehatan, 3M dan 5M, periksakan diri bila ada keluhan dan atau kontak dengan seseorang yang sakit (apalagi kalau datang dari negara terjangkit) dan segera divaksinasi,” katanya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini