Share

Tidak Ditilang, Polisi Hanya Putarbalik Warga yang Langgar GaGe di Lokasi Wisata

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 27 November 2021 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 337 2508265 tidak-ditilang-polisi-hanya-putarbalik-warga-yang-langgar-gage-di-lokasi-wisata-FvOBgRO2UJ.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Pihak kepolisian tidak akan melakukan penilangan terhadap warga yang melanggar aturan Ganjil-Genap (GaGe) di lokasi wisata saat penerapan PPKM Level 3 periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Iya seperti itu (tidak ditilang tapi diputarbalik)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (27/11/2021).

Menurut Dedi, hal itu merupakan salah satu bentuk edukasi yang diberikan kepada masyarakat. Bahwasannya, protokol kesehatan (prokes) terus ditegakan sampai dengan saat ini.

Baca juga:  Ganjil Genap di Depok Terbagi Menjadi Tiga Segmen, Ini Penjelasannya

"Tetap kita memberikan edukasi, informasi kepada masyarakat untuk patuh betul-betul protokol kesehatan, dan patuh pada aturan. Kalau misalnya yang pas waktunya ganjil ya ganjil, semuanya sama dalam rangka mencegah jangan sampai terjadi ledakan Covid-19," ujar Dedi.

Penerapan PPKM Level 3 sendiri akan diterapkan di seluruh Indonesia menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal itu sebagai upaya menekan laju pertumbuhan Covid-19.

 Baca juga: Uji Coba Ganjil-Genap Jalan Margonda Depok Mulai 4 Desember, Ini Aturan Lengkapnya

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Selain GaGe, kata Dedi, tempat wisata nantinya akan dipantau untuk memastikan dipasangnya Aplikasi PeduliLindungi sebagai wadah untuk screening masyarakat.

"Kemudian seluruh tempat-tempat keramaian dan wisata dipasang PeduliLindungi dalam hal untuk melakukan kontrol siapa aja masyarakat yang ke situ dapat ke kontrol dengan baik," ucap Dedi.

Lebih dalam, Dedi menyebut, kepolisian akan melakukan pengawasan soal jumlah kapasitas dari tempat wisata tersebut. Mengingat, hanya 50% pengunjung dari jumlah normal yang dipersilahkan ke lokasi wisata.

"Kapasitas pengunjung juga akan dibatasi 50 persen," tutup Dedi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini