BNPT Imbau Milenial Waspadai Konten Terorisme dan Radikal di Medsos

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 26 November 2021 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 337 2507971 bnpt-imbau-milenial-waspadai-konten-terorisme-dan-radikal-di-medsos-TUXL01t84A.jpg Kepala BNPT, Boy Rafli Amar (foto: dok Okezone)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengimbau kepada pelajar atau generasi muda, untuk mewaspadai konten radikalisme dan terorisme yang mengajarkan kebencian, kekerasan dan menolak ideologi Pancasila khususnya di media sosial (medsos).

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menjelaskan, kewaspadaan tersebut juga harus dibarengi dengan kehati-hatian dalam menyebarkan konten negatif tersebut kepada orang lain.

"Jangan sampai pelajar SMA ikut menyebarkan konten negatif sehingga konten tersebut menjadi viral," kata Boy dalam Webinar Pencegahan Paham Radikal Terorisme di Kalangan OSIS SMA/Sederajat Se-Indonesia, Jumat (26/11/2021).

Baca juga:   MUI Dukung Densus 88 Tangkap Teroris, Tidak Ada Kriminalisasi Ulama dan Islamophobia

Mantan Kapolda Papua ini menekankan, dengan kreatifitas dan inovasi anak muda, pelajar SMA juga didorong untuk membuat konten media sosial yang berisi pesan semangat toleransi, mencintai NKRI, Ideologi Pancasila dan semangat persaudaraan, gotong-royong dan saling membantu.

“Pelajar SMA, anak muda secara kreatif dan inovatif harus dapat membuat konten positif di media sosial. Jangan terpancing untuk menyaksikan apalagi menyebarkan konten propaganda radikalisme dan terorisme. Segera laporkan guru maupun orangtua apabila menemukan konten negatif seperti itu,” ujar eks Kadiv Humas Polri itu.

Baca juga:   Densus 88 Sudah Tangkap 24 Terduga Teroris Jamaah Islamiyah Bagian Pendanaan

Menurut Boy, kecanggihan teknologi dan cepatnya arus informasi membuat munculnya ruang sosial baru dengan kehadiran media sosial.

Diketahui, pengguna internet di Indonesia mencapai angka 202 juta dimana 80 persennya aktif menggunakan medsos. Sebagian besar pengguna medsos berasal dari kalangan generasi Milenial dan Z yang sekarang duduk dibangku SMA.

“Anak muda yang banyak menggunakan media sosial harus dapat menggunakan akun media sosialnya dengan baik. Selain itu tetap tekun belajar dan bekerja keras, hormati guru dan orangtua agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang sukses,” ucap Boy.

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim berpesan kepada pelajar SMA untuk paham dan menerima perbedaan serta selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

"Perbedaan itu tidak masalah. Justru kita mencintai perbedaan. Adanya aksi terorisme karena tidak paham dan menerima perbedaan. Padahal Bangsa Indonesia berdiri dari perbedaan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini