KPK Duga Uang Rp1,5 Miliar Dodi Alex Noerdin Akan Digunakan Bantu Perkara Bapaknya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 26 November 2021 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 337 2507914 kpk-duga-uang-rp1-5-miliar-dodi-alex-noerdin-akan-digunakan-bantu-perkara-bapaknya-ue5ZZ8Pz3U.jpg Dodi Reza Alex Noerdin jadi tersangka korupsi (foto: MNC Portal/Arie)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat mengamankan uang sebesar Rp1,5 miliar saat menangkap Bupati nonaktif Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex Noerdin di sebuah hotel daerah Jakarta. Uang sebesar Rp1,5 miliar itu diamankan KPK dari tas yang dibawa oleh ajudan Dodi Alex Noerdin.

Penyidik kemudian menelisik uang Rp1,5 miliar yang dibawa-bawa Dodi Alex Noerdin ke Jakarta tersebut. Hasil penelusuran sementara penyidik, uang itu rencananya akan digunakan Dodi untuk membayar pengacara dalam rangka membantu mengurus perkara bapaknya, mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin.

"Masalah uang yang Rp1,5 miliar itu memang kaitannya katanya untuk fee lawyer, fee lawyer sudah dibawa tapi belum diberikan, dan itu adalah rangkaian dari uang kepunyaan dari yang sekarang sudah menjadi tersangka tetap diamankan," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto saat dikonfirmasi, Jumat (26/11/2021).

Baca juga:  Suap Bupati Musi Banyuasin, KPK Panggil Empat Kabid Dinas PUPR

"Masalah pengembangan fee lawyer dan lain-lain itu ya kalau memang itu fee lawyer sudah nyebrang sebenarnya, udah jadi barang halal, tapi belum nyebrang ya buru-buru kita ambil," imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Karyoto, hasil dari pengumpulan keterangan saksi-saksi, uang yang dikumpulkan Dodi Reza Alex Noerdin memang berasal dari fee sejumlah proyek di Kabupaten Muba. Diduga, uang Rp1,5 miliar tersebut juga berasal dari fee para pengusaha yang menggarap proyek di Muba.

"Setelah dikembangkan memang tersangka itu mengumpulkan uang-uang ini dari proyek-proyek dan istilahnya dari button proyek-proyek naik ke atas ya kita sita semuanya itu," terangnya.

Baca juga:  KPK Garap Plt Bupati Musi Banyuasin, Usut Suap Dodi Alex Noerdin

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati nonaktif Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan proyek infrastruktur di daerahnya. Putra kandung mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin tersebut ditetapkan bersama tiga orang lainnya.

 

Ketiga orang lainnya tersebut yakni, Kadis PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori (HM); Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Eddi Umari (EU); serta Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy (SUH). Dodi Reza, Herman, dan Eddi ditetapkan sebagai penerima suap. Sedangkan Suhandy, pemberi suap.

Dodi Reza diduga telah menerima sejumlah uang suap dari Suhandy melalui Herman Mayori dan Eddi Umari, terkait empat paket pekerjaan infrastruktur di Musi Banyuasin. Adapun, komitmen fee yang dijanjikan oleh Suhandy untuk Dodi Reza terkait empat proyek tersebut, sebesar Rp2,6 miliar.

Suhandy diduga baru menyerahkan uang senilai Rp270 juta sebagai realisasi komitmen fee untuk Dodi Reza kepada Herman Mayori dan Eddi Umari. Namun, uang itu belum sempat diserahkan Herman Mayori dan Eddi Umari kepada Dodi Reza karena keburu ditangkap oleh tim KPK. Uang Rp270 juta itu, merupakan realisasi awal dari komitmen fee sebesar Rp2,6 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini