Usut Suap Dodi Alex Noerdin, KPK Panggil 2 Pejabat Dinas PUPR Muba

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 26 November 2021 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 337 2507865 usut-suap-dodi-alex-noerdin-kpk-panggil-2-pejabat-dinas-pupr-muba-2wKBZgWT3V.jfif Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa yang menjerat Bupati nonaktif Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex Noerdin (DRA). Pengusutan tersebut ditandai dengan intensnya pemeriksaan terhadap para saksi.

Adapun, sejumlah saksi yang dipanggil penyidik untuk diperiksa pada hari ini yaitu, Kasi Penatagunaan Sumber Daya Air pada Dinas PUPR Muba, Dian Pratnamas Putra; Kasi Pengembangan Jaringan Sumber Daya Air pada Dinas PUPR Muba, Frans Sapta Edwar; serta Administrasi CV Era Karya Makmur, Saskia Arantika.

"Bertempat di Gedung Merah Putih KPK, tim penyidik mengagendakan pemanggilan saksi tersebut untuk tersangka DRA dkk," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (26/11/2021).

Baca juga:  Suap Bupati Musi Banyuasin, KPK Panggil Empat Kabid Dinas PUPR

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati nonaktif Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan proyek infrastruktur di daerahnya. Putra kandung mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin tersebut ditetapkan bersama tiga orang lainnya.

Ketiga orang lainnya tersebut yakni, Kadis PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori (HM); Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Eddi Umari (EU); serta Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy (SUH). Dodi Reza, Herman, dan Eddi ditetapkan sebagai penerima suap. Sedangkan Suhandy, pemberi suap.

Baca juga:  KPK Garap Plt Bupati Musi Banyuasin, Usut Suap Dodi Alex Noerdin

 

Dodi Reza diduga telah menerima sejumlah uang suap dari Suhandy melalui Herman Mayori dan Eddi Umari, terkait empat paket pekerjaan infrastruktur di Musi Banyuasin. Adapun, komitmen fee yang dijanjikan oleh Suhandy untuk Dodi Reza terkait empat proyek tersebut, sebesar Rp2,6 miliar.

Suhandy diduga baru menyerahkan uang senilai Rp270 juta sebagai realisasi komitmen fee untuk Dodi Reza kepada Herman Mayori dan Eddi Umari. Namun, uang itu belum sempat diserahkan Herman Mayori dan Eddi Umari kepada Dodi Reza karena keburu ditangkap oleh tim KPK. Uang Rp270 juta itu, merupakan realisasi awal dari komitmen fee sebesar Rp2,6 miliar.

Sementara itu, KPK masih menelusuri asal-usul uang Rp1,5 miliar yang juga turut diamankan saat menangkap Dodi Reza Alex Noerdin dan ajudannya di Jakarta. Uang Rp1,5 miliar itu diduga juga hasil tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan jabatan dan wewenang Dodi Reza Alex Noerdin sebagai Bupati Musi Banyuasin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini