Densus 88 Dapati Dokumen Pendanaan Jamaah Islamiyah Capai Rp28 Miliar per Tahun

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 26 November 2021 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 337 2507819 densus-88-dapati-dokumen-pendanaan-jamaah-islamiyah-capai-rp28-miliar-per-tahun-K34bv8l5JL.jpeg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengaku mendapatkan informasi soal dugaan yayasan pendana jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang mengantongi dana hingga Rp70 miliar dalam setahun.

Meski demikian, hal tersebut sejauh ini belum dapat dibuktikan oleh penyidik lantaran mekanisme pendanaan jaringan yang terputus.

"Ada yang bilang (keterangan tersangka) bisa sampai Rp70 miliar setahun sebenarnya (keuntungan). Tapi kami tidak punya bukti itu dalam konteks pemeriksaan laporan begitu," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar kepada wartawan, Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Menurut Aswin, pengumpulan dana yang dilakukan oleh jaringan teroris tersebut kebanyakan tak tercatat sebagai sebuah laporan keuangan yang sahih. Meskipun, pengelolaan dana tersebut dilakukan oleh yayasan maupun badan amal yang memiliki keabsahan hukum.

Baca juga: Jamaah Islamiyah Cari Simpati Masyarakat, Densus 88: Kemarin Kita Tangkap Tersangka Seolah Kriminalisasi

Dana yang dikumpulkan oleh yayasan dari sayap JI untuk memenuhi kebutuhan operasional itu mulai dari pembelian senjata, penyembunyian teroris yang menjadi buron oleh kepolisian, hingga kegiatan sehari-hari. "Kalau yang kita tahu sistem sel terputus atau sistem pengumpulan dana tidak dilaporkan dari bentuk transfer atau lainnya," ujar Aswin.

Baca juga: Densus 88 Temukan Aliran Dana Jamaah Islamiyah ke Sasana Beladiri untuk Pelatihan Kader

Namun, Aswin mengungkapkan bahwa Densus 88 mendapati dokumen dari target pendanaan JI yang terbilan fantastis mencapai Rp28 miliar per tahun.

"Dalam satu acara, ada mereka membuat target penerimaan yang dokumennya sudah kami dapat, itu sekitar Rp28 miliar target dia," imbuhnya.

Sejauh ini, kata Aswin, penyidik telah berhasil mengamankan 24 tersangka yang diduga berkaitan dengan pendanaan jaringan itu. Mereka terbagi dalam dua yayasan, yakni Syam Organizer dan Lembaga Amil Zakat Badan Mal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

Penyidik, kata Aswin, masih mengembangkan kelompok-kelompok yang menyandang dana untuk menghidupkan organisasi teroris itu selama ini.

Densus menemukan, setidaknya dalam setahun kedua yayasan tersebut dapat meraup keuntungan hampir mencapai Rp30 miliar. Jumlah diperkirakan dapat bertambah lantaran hanya yang tercatat dalam laporan keuangan resmi milik yayasan.

"Pendapatannya hampir sekitar Rp15 miliar per tahun. Jadi itu yang baru masuk dalam hitungan laporan keuangan mereka. Di BM ABA juga tidak jauh beda, itu sekitaran Rp14 miliar per tahun," tutup Aswin.

Baca juga: Densus 88: Lembaga Dana Jamaah Islamiyah Hasilkan Rp15 Miliar per Tahun

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini