Temuan Densus 88: Sasana Beladiri Dilatih Kombatan JI

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 26 November 2021 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 337 2507799 temuan-densus-88-sasana-beladiri-dilatih-kombatan-ji-LRGQs0rgYl.jpg Ilustrasi penangkapan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan Sasana Beladiri melatih kader-kader Jamaah Islamiyah (JI) agar memiliki kemampuan bertarung.

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan kader tersebut dilatih oleh mantan kombatan-kombatan JI yang telah dikirim ke Afghanistan atau negara-negara konflik lain sehingga memiliki bekal kemampuan bertempur.

Kelompok pelatihan bela diri tersebut sulit dibedakan dengan tempat pelatihan lain yang lazim berada di masyarakat. Hal tersebut yang membuat Densus memerlukan waktu untuk mendalami sistem pendanaan keperluan jaringan JI saat ini.

Baca juga: Densus 88 Temukan Aliran Dana Jamaah Islamiyah ke Sasana Beladiri untuk Pelatihan Kader

"Bentuknya seperti kelompok bela diri seperti pelatihan-pelatihan seperti itu dengan kelompok pencak silat biasa. Kan susah kita bedakan dengan perguruan-perguruan kayak pencak silat yang ada di masyarakat gitu," terangnya.

Baca juga: Densus 88: Lembaga Dana Jamaah Islamiyah Hasilkan Rp15 Miliar per Tahun

Selain itu, Densus 88 Antiteror Polri juga menemukan aliran dana kelompok JI ke tempat pelatihan fisik dan beladiri anggotanya melalui perguruan-perguruan formal yang memiliki legalitas.

"Densus juga menemukan ada aliran dana ke sebuah kelompok yang disebut dengan sasana yang kegiatannya latihan-latihan fisik, beladiri kemudian terungkap ternyata itu adalah bagian atau afiliasi untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk membekali kader-kadernya dengan kemampuan untuk melawan petugas," lanjutnya.

Menurut Aswin, JI memiliki sistem pendanaan yang rapih jika dibandingkan dengan jaringan teroris lain. Sehingga, Densus melakukan penyidikan jangka panjang untuk dapat memutus aliran dana yang menjadi penghidupan organisasi terlarang itu.

"Organisasi ini ada terus karena tadi ada pendanaan salah satu yang penting, salah satunya lagi adalah rekrutmen. Dimana ada orang terus yang akan bergabung dengan mereka. Orangnya, aktivitasnya, asetnya, semua harus dihentikan," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini