Densus 88 Temukan Aliran Dana Jamaah Islamiyah ke Sasana Beladiri untuk Pelatihan Kader

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 26 November 2021 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 337 2507721 densus-88-temukan-aliran-dana-jamaah-islamiyah-ke-sasana-beladiri-untuk-pelatihan-kader-emiTK91OO9.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan bahwa telah menemukan aliran dana kelompok Jamaah Islamiyah (JI) ke tempat pelatihan fisik dan beladiri anggotanya melalui perguruan-perguruan formal yang memiliki legalitas.

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyebut, salah satu perguruan diketahui bernama Sasana. Mereka melatih kader-kader JI agar memiliki kemampuan bertarung.

"Densus juga menemukan ada aliran dana ke sebuah kelompok yang disebut dengan sasana yang kegiatannya latihan-latihan fisik, beladiri kemudian terungkap ternyata itu adalah bagian atau afiliasi untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk membekali kader-kadernya dengan kemampuan untuk melawan petugas," kata Aswin kepada wartawan, Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Kader tersebut, kata Aswin, dilatih oleh mantan kombantan-kombatan Jamaah Islamiyah yang telah dikirim ke Afghanistan atau negara-negara konflik lain sehingga memiliki bekal kemampuan bertempur.

Kelompok pelatihan bela diri tersebut sulit dibedakan dengan tempat pelatihan lain yang lazim berada di masyarakat. Hal tersebut yang membuat Densus memerlukan waktu untuk mendalami sistem pendanaan keperluan jaringan JI saat ini.

Baca juga: Jamaah Islamiyah Cari Simpati Masyarakat, Densus 88: Kemarin Kita Tangkap Tersangka Seolah Kriminalisasi

"Bentuknya seperti kelompok bela diri seperti pelatihan-pelatihan seperti itu dengan kelompok pencak silat biasa. Kan susah kita bedakan dengan perguruan-perguruan kayak pencak silat yang ada di masyarakat gitu," ujar Aswin.

Baca juga: Densus 88: Lembaga Dana Jamaah Islamiyah Hasilkan Rp15 Miliar per Tahun

Menurut Aswin, JI memiliki sistem pendanaan yang rapih jika dibandingkan dengan jaringan teroris lain. Sehingga, Densus melakukan penyidikan jangka panjang untuk dapat memutus aliran dana yang menjadi penghidupan organisasi terlarang itu.

"Organisasi ini ada terus karena tadi ada pendanaan salah satu yang penting, salah satunya lagi adalah rekrutmen. Dimana ada orang terus yang akan bergabung dengan mereka. Orangnya, aktivitasnya, asetnya, semua harus dihentikan," ucap Aswin.

Baca juga: Ungkap Peran Farid Okbah dan Zain An-Najah di JI, Densus 88: Pemberi Petunjuk

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini