Raja Airlangga Punya Gelar Unik, Berasal dari Titisan Dewa

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 26 November 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 337 2507666 raja-airlangga-punya-gelar-unik-berasal-dari-titisan-dewa-TSnZEbuUN4.jpg Ilustrasi. (Foto: PHDI)

MALANG - Airlangga merupakan raja besar dari Kerajaan Kahuripan. Ia meneruskan garis keturunan dari Kerajaan Mataram Kuno dan membangun kerajaannya di Jawa Timur.

Selama menjabat sebagai raja, Airlangga memerintah dengan gelar yang cukup panjang, Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmmawansa Airlangga Anantawikramottunggadewa.

Gelar itu pun berganti saat ia mengundurkan diri dari kursi raja menjadi Aji Paduka Mpunku San Pinaka Chatra nin BhuwanaPinaka Chatra nin Bhuwana, sebagaimana dikisahkan pada buku "Airlangga Biografi Raja Pembaru Jawa Abad XI" tulisan Ninie Susanti.

Baca juga: Kerajaan Kediri, Bermula dari Perebutan Kekuasaan Raja Airlangga

Baca juga: Vega Darwanti Khawatir Tukul Arwana Jatuh Sakit karena Pernah Kirim Makanan Ini

Gelar panjang Raja Airlangga tentu bukan tanpa makna dan arti. Sri Maharaja adalah sebutan jabatan yang disandangnya, yaitu sebagai raja. Kata Rakai Halu sebagai gelar penguasa wilayah atau daerah lungguh Halu sekaligus dapat diartikan sebagai gelar pejabat tinggi kerajaan, setingkat lebih rendah dari putera mahkota.

Gelar Rakai Halu yang disandang pada awal namanya menimbulkan pendapat bahwa sebenarnya ia bukanlah putra mahkota yang dipersiapkan untuk menduduki tahta kerajaan. Ia menjadi raja karena putra mahkota yang sebenarnya, yang sangat mungkin adalah putri Raja Dharmamawangsa Teguh, telah tewas pada saat peristiwa Paralaya, yaitu pada perayaan perkawinannya dengan Airlangga.

Sri Lokeswara adalah nama lain dari Avalokitesvara sebutan penguasa dunia di dalam agama Buddha. Adapun penggunaan unsur ajaran Buddha di deretan nama abhiseka Airlangga, yaitu lokeswara dapat dijelaskan bahwa Buddha adalah salah satu awatara dari Dewa Wisnu, yang mengemban tugas tertentu.

Sementara kata Dharmmawansa Airlangga adalah nama dirinya. Hal ini menjadi menarik karena nama depan Dharmmawansa juga dipakai oleh lima orang raja yang pernah memerintah di Jawa dan Bali. Raja - raja tersebut adalah Dharmmawansa Teguh, yang memerintah di Jawa Timur sebelum Airlangga. Kemudian Dharmmawansa Airlangga dan Dharmmawansa Marakata Pankaja Sthanottungadewa, yaitu adik dari Airlangga yang memerintah di Bali.

Dharmmawansa keempat yang berkuasa adalah Rakai Halu Sri Samarotsaha Karnakencana Dharmmawansa Kirttisi nihajayanatakatungadewa yang namanya tercantum di dalam Prasasti Batu di Surabaya pada 982 Saka. Sementara satu nama terakhir yakni Dharmmawansa Kertawardhana yang memerintah di Bali.

Sedangkan kata Ananta berarti tidak berakhir, nama ini menjadi salah satu gelar Dewa Wisnu yang digambarkan sebagai satu - satunya manusia yang hidup setelah peristiwa pralaya atau penghancuran terjadi. Vikrama diartikan sebagai berani, sedangkan Uttangadewa berarti keturunan dewa yang maha tinggi.

Airlangga dianggap sebagai keturunan dewa yang maha tinggi dan kegagahberaniannya tidak pernah berakhir. Nama yang dapat berarti luas apabila dikaitkan dengan tindakan - tindakan kemudian.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini