Benny Moerdani, Jenderal Intel Perintis Jalan Politik Soeharto!

Tentya Noerani Dewi Richyadie, · Jum'at 26 November 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 337 2507631 benny-moerdani-jenderal-intel-perintis-jalan-politik-soeharto-vBWvVQcTh7.jpg Benny Moerdani (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Leonardus Benyamin Moerdani atau Benny Moerdani adalah salah satu jenderal TNI yang ditakuti sekaligus disegani banyak orang pada zamannya. Ia kerap disusupkan untuk mencuri dengar perbincangan tentara Belanda.  

Lahir di Cepu, 2 Oktober 1932, lelaki bernama lengkap Leonardus Benjamin Moerdani ini adalah anak ketiga pasangan Raden Gerardus Moerdani Sosrodirdjo dan Jeanne Roech.

Kedua orang tuanya wafat dan dimakamkan di Taman Pemakaman umum Bonoloyo, Solo. Keduanya dimakamkan berdampingan dengan tiga kerabatnya yang lain dalam satu kelompok makam keluarga yang disebut pamijen. Tak jauh dari pamijen tersebut terdapat pamijen lain tempat keluarga Moerdani, salah satunya Sandy Moerdani, kakak kandung Benny Moerdani. Dimakamnya tertancap bendera merah yang menandakan ia seorang panglima perang.

Sandy wafat pada usia 58 tahun, tepatnya pada 20 Desember 1986 di Jakarta. Pada massa perang kemerdekaan, Sandy pernah menjadi tentara pelajar dan bertempur melawan pasukan Belanda bersama brigade V/Panembahan Senopati yang dipimpin Letnan Kolonel Slamet Riyadi. Semangat bertempur Sandy diturunkan pada kedua adiknya, Harry dan Benny.

"Harry dan Benny juga menjadi tentara pelajar, tapi mereka bergabung dengan Detasemen II Tentara Pelajar Brigade 17 Tentara yang dipimpin Mayor Achmadi,” kata Aloysius Sugiyanto, mantan perwira menengah Badan Intelijen Negara, yang pernah menjadi ajudan Slamet Riyadi.

Beeny Moerdani sejak muda berkeinginan sebagai tentara, selesai perang masuk ke pelatihan pasukan komando di Batujajar embrio Kopassus. Moerdani muda sangat nasionalis, menolak dilatih oleh orang Belanda. Moerdani muda menangkap komandannya karena akan makar terhadap Jend. A.H Nasution. Benny adalah salah satu perintis jalan politik Soeharto.

Dalam buku Beeny Moerdani, Yang Belum Terungkap, karena keberaniannya Benny terpilih sebagai salah satu tentara perintis Batalion 120 di kesatuan Tentara Pelajar. Menurut Suhendro sebagai komandan rayon kala itu, tidak banyak anggotanya yang bisa masuk ke batalion tersebut. “Hanya orang-orang pilihan,”katanya.

Sebelum diangkat menjadi Panglima ABRI oleh Presiden Soeharto pada 1983, Benny Moerdani bertugas sebagai Asisten Intelijen Pertahanan dan Keamanan merangkap Asisten Intelijen Kopkamtib sekaligus wakil kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara atau Bakin.

Keputusan Soeharto menunjuk Benny Moerdani sebagai Pangab kala itu sempat memantik perdebatan. Sebagian orang menilai perjalanan karier kemiliteran Benny Moerdani belum mumpuni, apalagi Benny Moerdani tak banyak memiliki pengalaman terotorial.

Benny lebih memiliki keahlian di bidang intelijen, hampir seluruh pengalaman Benny Moerdani berlangsung di pasukan khusus dan intelijen, yang kemudian membuat ia dikenal sebagai Si Raja Intel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini