Densus 88 Sudah Tangkap 24 Terduga Teroris Jamaah Islamiyah Bagian Pendanaan

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 25 November 2021 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 337 2507495 densus-88-sudah-tangkap-24-terduga-teroris-jamaah-islamiyah-bagian-pendanaan-Om9SCeUScO.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan telah menangkap 24 terduga terorisme tim bagian pendanaan dari Jamaah Islamiyah (JI).

Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar mengungkapkan, puluhan tersangka terorisme itu berasal dari Syam Organizer dan Lembaga Amil Zakat Badan Mal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

"Sampai dengan saat ini ada 14 orang dari BM ABA dan dari SO (Syam Organizer) 10, yang sudah kita tangkap. Tersangka yang sudah kita periksa," kata Aswin saat jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2021).

Baca juga:  Densus 88 Bakal Matikan Pendanaan Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah

Aswin mengungkapkan, sebenarnya mereka telah mengantongi nama-nama lainnya serta peranannya yang diduga ikut terlibat dalam yayasan lembaga amal tersebut.

"Ini masih banyak lagi sebenarnya, dan kita sudah mendapatkan lagi nama-nama ataupun peran-peran dari orang yang selanjutnya," ujar Aswin.

Baca juga:   Wapres Tegaskan MUI Bukan Lembaga Teroris, Sebut Wacana Pembubaran Tidak Rasional

Aswin menyebut, untuk menghentikan aktivitas kelompok teror pola pendanaannya harus dihentikan. Mengingat, hal itu merupakan Life Blood dari jaringan terorisme manapun di dunia ini.

"Dan bagaimana kita akan menyusun puzzle atau teka teki ini sebagai life blood sebagai nafas dan darah bagi organisasi teror," ucap Aswin.

Diketahui, penyidik detasemen berlambang burung hantu melakukan penangkapan terhadap tiga terduga terorisme di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa 16 November 2021.

Mereka adalah, Farid Okbah, Ahmad Zain An-Najah dan Anung Al-Hamat. Terkait hal ini, ketiganya diduga kuat terafiliasi dengan jaringan Jamaah Islamiyah.

Status dari ketiga orang tersebut pun telah sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 15 jo Pasal 7 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini