Densus 88: Lembaga Dana Jamaah Islamiyah Hasilkan Rp15 Miliar per Tahun

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 25 November 2021 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 337 2507408 densus-88-lembaga-dana-jamaah-islamiyah-hasilkan-rp15-miliar-per-tahun-wf2VMzioVu.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan telah mengungkap dua lembaga pendanaan yang dimiliki oleh Jamaah Islamiyah (JI). Kedua lembaga itu yakni Syam Organizer dan Lembaga Amil Zakat Badan Mal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengungkapkan bahwa, untuk Syam Organizer sendiri bisa menghasilkan dana untuk kelompok JI senilai Rp15 miliar per tahun.

"Syam hampir Rp15 miliar per tahun. BM ABA juga tidak jauh berbeda Rp14 miliar per tahun," kata Aswin dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2021).

Menurut Aswin, jumlah angka itu diketahui berasal dari laporan keuangan yang diperoleh oleh penyidik Densus.

Meski begitu, Aswin meyakini jumlah tersebut sebenarnya lebih besar, karena muncul dugaan adanya laporan keuangan yang tidak dilakukan pencatatan.

Baca juga: Pria Serukan Jihad Lawan Densus 88 Ternyata Sempat Ditangkap, Endingnya Begini

"Itu yang masuk dalam laporan keuangan. Kita tahu dengan sistem sel terputus jumlah ini bisa jauh lebih fantastis," ujar Aswin.

Aswin menyebut, sebagai bukti, ketika penyidik melakukan penggeledahan di Kantor Syam Organizer, menemukan uang ratusan jura yang diduga merupakan dana untuk kebutuhan JI dalam aksi terornya.

Baca juga: Mahfud Minta Polisi Tangkap Pria yang Serukan Jihad Lawan Densus 88

"Penyitaan di Kantor Syam Organizer sita duit cash Rp944 juta," ucap Aswin.

Diketahui, penyidik detasemen berlambang burung hantu melakukan penangkapan terhadap tiga terduga terorisme di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa 16 November 2021.

Mereka adalah, Farid Okbah, Ahmad Zain An-Najah dan Anung Al-Hamat. Terkait hal ini, ketiganya diduga kuat terafiliasi dengan jaringan Jamaah Islamiyah.

Status dari ketiga orang tersebut pun telah sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 15 jo Pasal 7 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme.

Baca juga: Anggotanya Ditangkap Densus 88, Ketum MUI: Tak Ada Guncangan, Semua Berjalan Normal

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini