Cerita Mahfud MD Ada Kepala Daerah Klaim Tanah Negara dan Dibagikan ke Kolega

Riezky Maulana, iNews · Kamis 25 November 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 337 2507302 cerita-mahfud-md-ada-kepala-daerah-klaim-tanah-negara-dan-dibagikan-ke-kolega-55K1zZMYlk.jpg Mahfud MD (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD mengingatkan Wali Kota Bogor Bima Arya untuk segera mengurus dokumen dari aset tanah yang dihibahkan oleh pemerintah ke Pemkot Bogor.

Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sendiri telah menghibahkan sejumlah aset kepada 7 kementerian dan lembaga, termasuk Pemkot Bogor.

Ia pun bercerita pengalamannya yang pernah menemukan kasus tanah negara di Nusa Tenggara Timur (NTT) malah dibagi-bagikan oleh kepala daerahnya kepada orang lain.

"Tetiba tanah yang ratusan atau ribuan hektar itu berpindah kepada orang per orang. Kepala daerahnya dapat, ini ya dapat, BPN-nya dapat, itu dapat. Padahal itu sudah ada aktanya itu milik negara," kata Mahfud dikutip melalui YouTube Kemenkeu RI, Kamis (25/11/2021).

Dia memaparkan bahwa kasus tersebut ternyata sempat ditangani oleh Kejaksaan. Setelah diusut, ternyata aset tanah tersebut belum dibukukan dalam kekayaan negara.

Baca juga: Mahfud MD Tawarkan Hitung Ulang Utang Obligor BLBI

"Padahal sudah diserahkan, sebelum dibukukan itu oleh kepala daerahnya dibagi-dibagi. Untung pengadilan yang lebih tinggi lagi memutuskan untuk dikembalikan ke negara. Itu bisa banyak ya terjadi seperti itu," ujarnya.

Baca juga: Mahfud Bertemu Panglima TNI Bahas Papua dan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Oleh karenanya, Mahfud mewanti-wanti para penerima hibah untuk bisa segera mengurus dokumen dari tanah yang sudah diberikan oleh pemerintah. Hal itu bertujuan agar kejadian serupa tak menimpa ke pihak-pihak lain.

"Pak Wali Kota bogor, tolong nih segera digarap jangan nanti ada 2 tahun lagi enggak jadi Wali Kota lalu ini kok belum dibukukan hilang lagi nanti, malah susah," katanya.

Sebagai informasi, Satgas BLBI menghibahkan sejumlah aset milik para obligor ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hingga tujuh kementerian dan lembaga. Aset terkait skandal BLBI yang bakal dihibahkan senilai Rp492 miliar.

Adapun, tujuh kementerian dan lembaga yang bakal menerima hibah tersebut yakni, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Pertahanan (Kemhan), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Agama (Kemenag), Polri, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Badan Narkotika Nasional (BNN).

Baca juga: Hibahkan Aset Eks BLBI Rp492 Miliar ke Pemkot Bogor dan 7 K/L, Jangan Sampai Diserobot Lagi!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini