Presiden Jokowi: Kita Harus Keluar dari Jebakan Pengekspor Bahan Mentah

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 25 November 2021 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 337 2507218 presiden-jokowi-kita-harus-keluar-dari-jebakan-pengekspor-bahan-mentah-vLxEuroBe8.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak untuk bisa secepatnya memperkokoh industrialisasi hijau. Bukan tanpa alasan, Jokowi ternyata ingin keluar dari jebakan pengekspor bahan mentah.

Menurut Jokowi, salah satu caranya, dengan mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (Iptek) serta inovasi wirausaha berkelanjutan.

"Pengembangan iptek dan inovasi yang berwawasan kewirausahaan dan berkelanjutan adalah kunci untuk menjadi negara maju," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam Webinar Kebangsaan yang digelar secara online oleh akun YouTube Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Kamis (25/11/2021). 

"Kita harus secepatnya keluar dari jebakan pengekspor bahan mentah dan secepatnya memperkokoh industrialisasi hijau, memanfaatkan green technology," sambungnya.

Baca Juga:  Hari Guru Nasional, Jokowi Apresiasi Dedikasi Guru Mengajar di Tengah Pandemi

Jokowi mengatakan, langkah pembangunan bangsa Indonesia ke depannya harus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Ia berharap pembangunan nasional ke depannya juga dapat menciptakan banyak lapangan kerja untuk menurunkan angka pengangguran sekaligus menekan angka kemiskinan.

"Pekerjaan besar ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan kontribusinya," ujar Jokowi.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Tekankan Dua Sukses Penyelenggaraan Presidensi G20

Jokowi menekankan, pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri dan masyarakat luas. Di sisi lain, kata Jokowi, Indonesia juga butuh para peneliti dan ilmuwan hebat, serta entrepreneur dan technopreneur yang sangat banyak.

"Saya berharap perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk semakin serius bergerak ke arah ini dengan jumlah mahasiswa di Indonesia yang sekitar 8 juta orang akan menjadi kekuatan besar untuk menggerakkan transformasi indonesia," tutur Jokowi.

"Kemudian, menjadikan Indonesia negara industri yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan, menjadi Indonesia maju yang kita cita-citakan," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini