5 Tradisi Wanita Melamar Pria di Sejumlah Daerah, Ini Daftarnya

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 25 November 2021 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 337 2507043 5-tradisi-wanita-melamar-pria-di-sejumlah-daerah-ini-daftarnya-JFfc7MK6Uy.jpg Pihak keluarga wanita melamar pria dengan mahar Rp500 juta di Pinrang, Sulsel. (iNews/Erwin Eka Pratama)

KISAH tentang wanita di Pinrang, Sulawesi Selatan yang melamar pria dengan total uang tunai senilai Rp500 juta viral di media sosial pada Senin (22/11/2021). Hal ini tidak biasa. Sebab dalam adat suku Bugis, pihak laki-lakilah yang seharusnya melamar pihak perempuan. Namun, tradisi wanita melamar pria sudah dikenal di sebagian wilayah di Indonesia. Berikut beberapa daerah yang memiliki tradisi pihak wanita yang melamar pria, dilansir dari berbagai sumber.

Lamongan, Jawa Timur

Biasa dijalani oleh masyarakat di beberapa daerah di pesisir pantai utara Lamongan, tradisi ini dipercaya berasal dari sejarah Tumenggung Lamongan yang memiliki putra kembar. Kedua putra kembar ini konon dilamar oleh dua orang putri kembar yang berasal dari Kerajaan Kediri. Dari kisah inilah tradisi perempuan melamar pihak laki-laki bermula. Lamaran dilakukan seperti biasanya, dengan pihak perempuan yang mendatangi rumah laki-laki untuk memberikan berbagai hadiah seserahan sebelum mempersuntingnya.

Rembang, Jawa Tengah

Di pesisir timur wilayah ini, tradisi Ngemblok masih kerap dilakukan. Diartikan sebagai penghormatan untuk kaum pria. Pihak wanitalah yang datang membawa sandang dan pangan guna menanyakan kesediaan pasangannya untuk dipersunting. Tradisi ini dipercaya telah ada bahkan sebelum agama Islam masuk ke pulau Jawa. Di masa kini, selain pihak perempuan yang memberikan seserahan, pihak laki-laki tetap memberikan mahar untuk memenuhi syariat Islam yang berlaku.

Tulungagung, Jawa Timur

Konon, tradisi ini bermula dari kisah Ande-Ande Lumut, di mana Klenting Kuning bersaudara mendatangi Ande-Ande Lumut untuk melamarnya. Di versi lain, tradisi ini datang berkat warisan budaya agama Hindu yang tiba sebelum masuknya Islam ke tanah Jawa. Pada tradisi lamaran, biasanya pemberian seserahan dilakukan sekaligus menanyakan kesediaan menikah.

Baca Juga : Viral! Seorang Pemuda Dilamar Gadis SMP dengan Mahar Uang Setengah Miliar Rupiah

Namun, tradisi yang dilakukan di Tulungagung sedikit berbeda. Sebelum melakukan lamaran secara resmi, orangtua dari pihak perempuan akan menanyakan kesediaan pihak laki-laki dalam menerima lamaran tersebut. Jika diterima, barulah pihak perempuan memberikan seserahan.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini