Mitos Larangan Pernikahan Antara Suku Jawa dengan Sunda, Bermula dari Gajah Mada?

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Kamis 25 November 2021 06:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 337 2507040 mitos-larangan-pernikahan-antara-suku-jawa-dengan-sunda-bermula-dari-gajah-mada-DdPjDNrVVM.jpg Gajah Mada (Ist)

Sang Maha Patih kemudian berbalik menyerang pasukan Pajajaran yang saat itu sudah berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit, di pantai Bubat. Ia menyerang pasukan pengiring raja, putri dan petinggi negara yang jelas tidak siap untuk menghadapi perang, karena hanya bertujuan untuk melakukan resepsi.

Akibatnya seluruh utusan Kerajaan Sunda tewas, termasuk Maharaja Linggabuana dan Putri Dyah Pitaloka. Konon pula, Dyah Pitaloka menusuk dadanya sendiri.

Dengan cara itu, Maha Patih memang berhasil menaklukkan Pajajaran, tetapi sebagai akibatnya hingga hari ini pun tidak ada perdamaian antara keduanya.

Peristiwa yang terjadi hampir tujuh abad yang lalu itu masih dikenang oleh orang Sunda. Bekas sayatan itu masih menyakitkan. Luka itu masih belum sembuh.

Tujuan Sang Maha Patih memang mulia, ia ingin mempersatukan kepulauan Nusantara dan lewat persatuan itu ia hendak menciptakan kedamaian. Namun, sikap pembenaran dan mau menang sendiri yang ditempuhnya untuk mencapai tujuan itu berakhir tidak baik bagi kedua belah pihak.

Sehingga dari situlah, mitos permusuhan antar suku Jawa-Sunda terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan gara-gara mitos permusuhan tersebut dari nama jalan hingga pernikahan sudah banyak yang menyebabkan berapa calon pasangan kekasih antara suku Jawa-Sunda yang batal lanjut ke pelaminan.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini