Pesan Mpu Tantular : Belajar dari Kesalahan Gajah Mada

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Kamis 25 November 2021 06:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 337 2507038 pesan-mpu-tantular-belajar-dari-kesalahan-gajah-mada-xyH6uKNlhN.jpg Gajah Mada (Ist)

JAKARTA - Mengenal Mpu Tantular kita dapat melihatnya melalui semboyan Bhineka Tunggal Ika. Semboyan Bhineka Tunggal Ika yang terpampang melengkung pada sehelai "pita" yang dicengkram kedua kaki burung garuda lambang negara RI tersebut terinspirasi dari seorang Mpu Tantular.

Mengutip buku Santi Sutasoma: Menemukan Kepingan Jiwa Mpu Tantular, sebelum menjadi bangsa yang utuh, kita perlu belajar dari kisah Gajah Mada yang dituliskan oleh Mpu Tantular dalam bukunya.

Mpu Tantular mengingatkan apa yang sedang dialami oleh bangsa kita saat ini bukanlah cerita baru. Kita bahkan seperti sedang mengulangi cerita masa lalu, lantaran tidak belajar dari pengalaman kita.

Apabila kita terus bersikap "kurang-ajar", kurang belajar, maka kita harus siap mengulangi pelajaran yang sama dikemudian hari.

Ingatkah dahulu saat Dinasti Majapahit mencapai puncak kejayaan nya di masa pemerintahan Hayam Wuruk hingga akhirnya mengalami kemunduran, kemerosotan, dan akhirnya hancur lebur?

Saat Gajah Mada sebagai patih Dinasti Majapahit bahkan ia tidak bisa mempertahankan puncak kejayaan tersebut. Mengapa hal itu bisa terjadi? Jelas karena landasan yang disiapkan Gajah Mada tidak kuat.

Dahulu sebelum Nusantara menjadi satu kesatuan yang utuh, Sang Maha Patih bersih tegas berlandaskan kekuatan militer untuk mempersatukan dan mengukuhkan batas-batas wilayah di Nusantara.

Namun, tentunya hal itu tidak mudah, seperti kita ketahui Kepulauan Nusantara terdiri atas sekian banyak suku-bangsa. Tidak semua suku-bangsa siap menerima "batas-batas wilayah" yang ditentukan oleh Maha Patih.

Kesalahan utamanya yaitu ia juga tidak menjelaskan untuk apa Nusantara harus bersatu. Untuk mempersatukan Kepulauan Nusantara semestinya kekuatan militer tidak sembarangan digunakan. Itu tentu bukanlah cara yang tepat.

Baca Juga : Ketika Tikaman Belati Ra Tanca kepada Raja Majapahit Buka Jalan Trah Singasari

Namun, Majapahit terus menghadapinya dengan kekuatan militer. Karena itu, lahirlah "Sumpah Palapa" yang diucapkan oleh Sang Maha Patih yang menempatkan kesatuan wilayah di atas segalanya.

Semestinya masyarakat Kepulauan disadarkan akan akar budaya mereka yang satu dan sama, didasarkan pula dengan akar budaya yang sekaligus mempersatukan mereka dengan saudara-saudara mereka di luar kepulauan.

Ekspedisi militer yang dilakukan Sang Maha Patih adalah kesalahan besar yang dilakukannya. Niatnya baik, tapi cara yang dilakukannya tidak tepat, maka kesatuan yang tercipta sangat rapuh, dan sangat rentan terhadap sedikit pun guncangan dari luar.

Tentunya kini Indonesia harus banyak belajar dari kesalahan yang sudah pernah terjadi sebelumnya, jangan sampai negara kepulauan ini mengalami perpecahan kembali. Terutama yang kini terus menjadi pembahasan besar yakni konflik di Papua.

Pemerintah juga perlu meningkatkan dan mengingatkan masyarakat untuk terus bersama-sama menjaga keutuhan Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini