6 Kisah Ramalan pada Zaman Kuno, dari Pulau Jawa Terbelah hingga Gempa Guncang AS

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 25 November 2021 06:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 337 2507032 6-kisah-ramalan-pada-zaman-kuno-dari-pulau-jawa-terbelah-hingga-gempa-guncang-as-MFph8ir6Wq.jpg Ilustrasi (Freepik)

SEJAK dulu, aktivitas meramal telah berkembang di masyarakat. Bahkan sejak abad sebelum Masehi, terdapat beberapa kisah ramalan sejarah yang bermunculan dari berbagai belahan dunia. Ramalan apa saja itu? Berikut ramalan-ramalan kuno yang ada di belahan dunia, salah satunya Indonesia.

Ramalan Jayabaya

Ramalan Jayabaya atau sering disebut Jangka Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kediri. Ramalan ini dikenal khususnya di kalangan masyarakat Jawa dan dilestarikan secara turun-temurun oleh para pujangga.

Dalam ramalan ini mengisyaratkan beberapa hal, di antaranya:

- Pulau Jawa akan terbelah untuk kali kedua. Ramalan itu dikaitkan dengan aktivitas vulkanik di Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Brebes, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Tegal. Ramalan tersebut menyatakan, jika Gunung Slamet meletus, Pulau Jawa akan menciptakan parit yang menyatukan pantai utara dan selatan Jawa. Cerita ini sudah lama berkembang di warga Banyumas dan sekitarnya yang dikaitkan dengan ramalan Jayabaya. Meski demikian, sampai saat ini mitos tersebut belum dapat dibuktikan secara nyata.

- Jayabaya memprediksi bahwa manusia tidak akan berjalan lagi di masa mendatang. Dalam ramalannya itu, Jayabaya menyebutkan akan ada kereta berjalan tanpa kuda (mobil, kereta api), tanah Jawa berkalung besi (rel kereta api), serta perahu terbang di atas angkasa (pesawat terbang, pesawat luar angkasa).

Baca Juga : 4 Ramalan Jayabaya Paling Mengejutkan, Pulau Jawa Terbelah hingga Teror Bencana Alam

- Banyak kejadian dan peristiwa alam maupun dalam kehidupan masyarakat manusia yang luar biasa.

Ramalan Wu Ding

Sekitar 3.200 tahun yang lalu seorang raja China kuno pertama, Wu Ding, meramal bahwa kerajaannya akan mengalami "malapetaka". Hal itu ia kaitkan dengan retakan yang muncul pada tulang binatang.

Ketika hal itu menjadi kenyataan, Wu Ding menuliskan catatan yang diukir pada sepotong tulang belikat binatang ternak itu. Dari kejadian itu, dalam Dinasti Shang China, seorang penguasa harus dapat memprediksi masa depan. Mereka meramal dengan menganalisis retakan yang muncul dari tulang belikat atau cangkang bawah kura-kura yang ditusuk dengan menggunakan jarum yang dipanaskan.

Kemudian, isi ramalan dicatatkan di atas tulang orakel tersebut.

Ramalan Tecumseh: Gempa pada 1811

Tecumseh adalah seorang pejuang dan tokoh spiritual Shawnee (penduduk asli Amerika yang berbahasa Algonquian) yang berkeliling Amerika Serikat bagian tengah. Tecumseh meyakinkan penduduk asli Amerika untuk menolak upaya pemukim Amerika guna melanggar batas tanah mereka.

Menurut sejarah, Tecumseh memberikan pidato di pemukiman Creek, Tuckabatchee di Alabama. Dalam pidatonya, dia meramal akan ada gempa bumi besar yang melanda daerah itu. Ramalan itu menjadi kenyataan, pada 16 Desember 1811 sebuah gempa besar yang berpusat di New Madrid, Missouri mengguncang Amerika Serikat.

Ramalan Julius Caesar: Ides of March

Penulis kuno Suetonius menuturkan bahwa Julius Caesar diperingatkan oleh seorang peramal bernama Spurinna bahwa kematiannya akan datang selambat-lambatnya pada Ides of March, tanggal 15 setiap bulan. Caesar memilih untuk mengabaikan ramalan itu.

"Dia memasuki ruang Senat, mengabaikan keraguan agama dan mengejek Spurinna karena membuat prediksi palsu, karena Ides of March telah datang dan tidak membawa bahaya,” tulis Suetonius dalam "Lives of the Caesars" (Oxford University Press, 2001).

"Namun, Spurinna menjawab bahwa meskipun (Ides of March) telah berlalu, tanggal itu belum pergi."

Ramalan tersebut menjadi kenyataan lantaran pada Ides of March, tepatnya pada 15 Maret 44 SM, Julius Caesar dibunuh oleh sekelompok Senator Romawi. (Dilansir dari berbagai sumber/Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini