Heboh Wanita Ngaku Anak Jenderal, Arteria Dahlan: Polisi Tidak Jalankan Restoratif Justice dengan Baik!

Carlos Roy Fajarta, · Rabu 24 November 2021 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 337 2506807 heboh-wanita-ngaku-anak-jenderal-arteria-dahlan-polisi-tidak-jalankan-restoratif-justice-dengan-baik-U6t1bp7Bcw.jpg Arteria Dahlan: Foto Okezone

JAKARTA – Polisi diminta melakukan restoratif justice dengan baik, semua pihak yang terlibat dalam cekcok Anggiat Pasaribu, wanita yang mengaku anak Jenderal TNI dengan ibunda Arteria Dahlan di Bandara Soekarno Hatta, Minggu 21 November 2021.

 (Baca juga: Anggiat Diperlakukan Istimewa, Arteria Dahlan: Saya Prihatin!)

"Makanya yang saya agak prihatin di kepolisian, 228 itu dijalankan cepat, sehingga tahu siapa benar siapa salah, yang salah disuruh minta maaf, itu namanya restoratif justice," ujar anggota Komisi III, Arteria Dahlan, Rabu (24/11/2021).

Politikus PDIP itu menyebutkan seharusnya pihak yang berbuat salah dengan pihak yang benar tidak digabungkan dalam restoratif justice.

(Baca juga: 5 Fakta Mencengangkan Istri Jenderal yang Caci Maki Ibu Arteria Dahlan)

"Bukan ada orang salah orang benar digabung, jadi enggak ada pendidikan dan pembelajaran hukuman serta politik. Harusnya tahu dulu orang diperiksa oh ternyata kamu salah, mau minta maaf gak , kalau mau minta maaf, kamu mau memaafkan gak. Selesai. Pendidikan hukum nya hadir, yang bersangkutan dikasih tahu kalau dia itu salah. Nah restoratif nya dimana, yang dirugikan sudah memaafkan itukan indah," bebernya.

Ia melihat proses restoratif justice yang baik itu tidak dilaksanakan dalam kasusnya dengan seorang perempuan yang mengaku anak Jenderal TNI bintang tiga tersebut.

"Tapi kan tidak dijalankan di Polres Bandara, segala sesuatunya dimainkan dalam konteks restoratif justice itu dicari dulu kebenarannya, baru kerusakannya yang dipulihkan. Bukan di depan belum ada apa-apa kedua belah pihak disuruh damai," kata Arteria Dahlan.

Arteria Dahlan mengaku siap mengayomi warga dan memberikan pintu maaf serta damai.

"Jadi pada prinsipnya kami mengayomi warga kami, pastinya pintu damai itu terbuka. Kami menghormati arahan pak Bambang Pacul, Utut, dan Hasto Kristiyanto," tutur Arteria Dahlan.

Namun ia khawatir apabila tidak hadir di Polres Bandara Soekarno Hatta sebagai warga sipil maka ada persepsi negatif terkait dirinya.

"Kalau saya tidak datang jam 4 sore nanti dibilang tidak kooperatif, nanti minta diperlakukan istimewa, enggak lah saya orang biasa, saya dulu pengacara, keluar masuk kantor polisi. Saya kesana bukan untuk membuat LP, saya dipanggil ya saya hadir. Saya juga bingung dipanggil klarifikasi apa. Ya harusnya pelapor dipanggil dahulu, kalau saya dipanggil untuk mediasi kan lucu, belajar dulu sekolah polisi. Saya pada pihak kalau dipanggil, diperiksa, ada yang salah atau benar kemudian didamaikan," terang Arteria Dahlan.

Ia menyebutkan ada keanehan dari sikap anggota kepolisian saat kejadian cekcok dengan perempuan mengaku anak Jenderal TNI bintang tiga tersebut. Namun terkait evaluasi terhadap Kapolres Bandara Soekarno Hatta yang disampaikan Wakil Ketua MKD Habiburokhman dirinya mengaku tidak mau berkomentar lebih jauh.

"Soal usulan evaluasi Kapolres saya juga belum pernah ketemu sama pak Kapolres nya. Perlakuan berbeda itu di terminal Sub Sektor 2. Perlakukan terlihat agak aneh itu saat polisi dimaki-maki ibu itu tapi diam saja, perlakuan aneh itu seolah-olah polisi datar semua disitu, yang hebat mereka. Kalau soal evaluasi Kapolres nanti saja kita bicarakan saya belum kenal soalnya," tutup Arteria Dahlan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini