Perang Saudara Terjadi di Kerajaan Mataram Akibat Ketidakpuasan Jabatan Raja

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 24 November 2021 05:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 337 2506473 perang-saudara-terjadi-di-kerajaan-mataram-akibat-ketidakpuasan-jabatan-raja-K2JyTLlqDd.jpg Panembahan Senopati (foto: dok Wikipedia)

PENGANGKATAN Hanyakrawati sebagai raja Mataram pasca meninggalnya Panembahan Senopati menimbulkan ketidakpuasan. Salah satu ketidakpuasan yang muncul dari kakak tirinya, Pangeran Puger. Padahal secara umum Hanyakrawati lebih muda dibanding dengan Pangeran Puger.

Konon inilah awal muka kecemburuan Pangeran Puger muncul. Dikutip dari buku "Tuah Bumi Mataram : Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II" tulisan Peri Mardiyono, Puger merasa dirinya lebih layak mewarisi tahta Mataram daripada adiknya. Tetapi takdir memang tak berpihak ke Pangeran Puger, ia akhirnya tak bisa menduduki posisi raja.

Baca juga:  Momen Panembahan Senopati dan Ratu Kidul Bercinta Buat Kerajaan Mataram Berjaya

Sadar akan kekecewaan kakak tirinya menjadikan Hanyakrawati mencoba melakukan pendekatan kepada kakak tirinya itu. Mengetahui hal itu, Hanyakrawati memberikan jabatan kakaknya menjadi Adipati Demak. Puger pun menerima posisi itu, tetapi ia masih tidak puas. Ia memutuskan untuk melakukan pemberontakan suatu ketika.

Bahkan ia berkeinginan agar wilayah Demak melepaskan diri dari kekuasaan Mataram. Alhasil pada 1602 Masehi terjadilah perang saudara antara Demak melawan Mataram. Perang saudara antara Mataram melawan Demak ini berlangsung sekitar tiga tahun.

Baca juga:  Kehancuran Kerajaan Mataram: Pemberontak Bawa Kabur Putri dan Abdi Dalem Cantik

Pada perang ini, Pangeran Puger didukung oleh Adipati Gending, serta Adipati Panjer. Pangeran Puger menuntut daerah Demak hingga ke Tambak Uwos, Jawa Timur sebagai kerajaan sendiri. Agaknya upaya Pangeran Puger ini dalam rangka untuk mengembalikan kejayaan Demak serta Dinasti Majapahit. Tetapi usahanya tidak tercapai.

Panembahan Hanyakrawati mengakhiri perlawanan pemberontakan oleh kakak tirinya dengan mengirimkan Tumenggung Suranata atau Ki Gede Mestaka, pada 1605 Masehi, untuk memadamkan pemberontakan. Peperangan pun dimenangkan oleh Mataram.

Pada 1605, Pangeran Puger pun berhasil ditangkap dan diasingkan ke Kudus. Putra Pangeran Puger kemudian diangkat sebagai Adipati Pati, yang bergelar Adipati Pragola. Kelak adipati inilah yang juga melakukan pemberontakan ke Mataram, yang dikenal dengan pemberontakan Pragola II.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini