Susaningtyas Paparkan Sejumlah Langkah untuk Tangkal Radikalisme

Tim Okezone, Okezone · Selasa 23 November 2021 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 337 2506180 susaningtyas-paparkan-sejumlah-langkah-untuk-tangkal-radikalisme-0BIXinM8pE.jpg Ketua DPP Partai Perindo Bidang Pertahanan dan Keamanan Susaningtyas Nefo saat menjadi pembicara dalam webinar Partai Perindo. (tangkapan layar Okezone)

JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Pertahanan dan Keamanan, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, membeberkan sejumlah langkah untuk menangkal ideologi radikalisme.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara dalam webinar yang digelar Partai Perindo bertajuk "Tantangan, Radikalisme & Konsolidasi Demokrasi," Selasa (23/11/2021).

Ia mengatakan, aparat terkait harus dapat berinovasi dan mengembangkan sumber daya manusia untuk menutup ruang radikalisme.

"TNI, Polri, dan BNPT saat ini dituntut untuk inovatif mengemangkan SDM anggotanya, baik secara akademis dan praktik, khususnya dalam menutup ruang dan menghadapi ideologi radikalisme," katanya.

Hal lainnya yang dapat dilakukan guna menangkal radikalisme adalah membentuk satuan tugas lintas stakeholder.

Baca Juga : Webinar Partai Perindo, Susaningtyas Beberkan 5 Bentuk Kelompok Radikal

"Perlu adanya task force lintas stakeholder untuk mengoptimalisasi pencegahan radikalisme di institusi pendidikan, baik formal, nonformal, dengan muatan pendidikan yang bhineka, terbuka, dan toleran, serta berorientasi pada penguatan ideologi Pancasila dan UUD 1945," tutur Susaningtyas.

Selanjutnya, ia menjelaskan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) perlu meningkatkan upaya-upaya internalisasi terhadap keadilan dan kesetaraan gender kepada kaum perempuan melalui kementeria/lembaga, badan, pemda, organisasi keagamaan, serta ormas.

"Civil society, khususnya organisasi keagamaan moderat seperti NU, Muhammadiyah perlu memperbanyak narasi positif dan counter narasi radikalisme yang menyasar institusi pendidikan, anak muda, dan perempuan melalui berbagai medium," ucapnya.

Hal itu, lanjut Susaningtyas, guna membenamkan narasi intoleransi dan radikalisme.

Sementara itu, ia menilai, pembatasan di media sosial bukan hal efektif untuk menangkal narasi radikalisme.

Ia menilai, hal yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan literasi antiradikalisme di media sosial pada masyarakat.

"Bukan hanya sekada baca-tulis, namun mampu bernalar untuk merespons proganda radikalisme serta perlu penelusuran kembali ketentuan hukum positif untuk meminimalkan celah tindakan radikalisme dan antidemokrasi" tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini