Jenderal Dudung: Jangan Demonstrasikan Kebodohan!

Riezky Maulana, iNews · Selasa 23 November 2021 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 337 2506156 jenderal-dudung-jangan-demonstrasikan-kebodohan-MxUWjQOara.jpg KSAD Jenderal Dudung Abdurachman/ Okezone

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meminta kepada seluruh prajurit di Tanah Air, untuk selalu memegang prinsip selalu lakukan kegiatan yang bermakna dan jangan mendemonstrasikan kebodohan.

(Baca juga: Amarah Prabowo Meledak Melihat Komandan TNI Kabur dari Pertempuran)

"Kalimat ini mengandung makna yang mendasar, bahwa prajurit TNI AD harus memiliki kultur yang esensial, dengan mengetahui esensi dari setiap kegiatan baik latihan, maupun tugas operasi," ujar Dudung, Selasa (23/11/2021).

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, latihan bukan sekadar menjalankan program, namun harus bermakna sesuai dengan realitas pertempuran. Menurutnya, latihan tidak harus selalu menang, agar dapat mengetahui kelemahan-kelemahan yang perlu ditingkatkan.

(Baca juga: Kisah Heroik Jenderal Kopassus Habisi Jagal Poso di Hutan Gunung Biru)

"Serta latihan harus dapat mengintegrasikan seluruh komponen organisasi secara menyeluruh, agar dapat mengetahui interaksi dan kesesuaian antar komponen tersebut," ujarnya.

Dudung melanjutkan, penataan kembali organisasi diyakini tidak membutuhkan anggaran yang besar. Akan tetapi dapat berdampak signifikan pada kesiapan tempur TNI AD.

"Berharap Kesiapan tempur dan profesionalisme TNI AD ke depan tidak hanya sekadar ‘cover’ yang mewah namun tak berisi, melainkan sederhana tetapi berisi dan penuh makna," tuturnya.

Sebagai orang nomor satu di Angkatan Darat, Dudung akan menata kembali organisasi. Baik itu dari segi material maupun personel.

"TNI AD telah melakukan berbagai perubahan struktural, seperti pembentukan satuan baru, validasi organisasi, dan distribusi material. Beberapa perubahan tersebut perlu terus dievaluasi agar postur TNI AD semakin baik," ujarnya.

Menurutnya, beberapa satuan TNI AD yang dinilai belum beroperasional maksimal, baik dalam segi doktrin, alutsista, maupun personel, perlu dilakukan redesain organisasi. Adapun caranya dengan menempatkan konsep yang tepat guna dan tepat sasaran, agar efektifitas organisasi dapat terpelihara.

"Perlunya mengambil langkah untuk membangun Postur TNI AD dimulai dari unit terkecil dan terdepan, dimaksudkan agar satu persatu satuan dimulai unit terkecil dipenuhi komponen organisasinya," jelasnya.

Masih kata Dudung, material yang sudah tersebar di berbagai satuan perlu dipetakan, didata, dan ditata kembali agar siap operasional sesuai fungsinya, dan mencegah tidak terjadinya ‘salah guna’.

Kebijakan re-materialisasi dalam hal melengkapi dengan material yang sudah ada, dirasakan tepat, yaitu dengan cara distribusi ulang dengan prioritas pemenuhan unit terkecil dan terdepan terlebih dahulu.

"Meyakini bahwa satu persatu satuan TNI AD mulai dari perorangan, regu, peleton, hingga brigade akan terpenuhi sesuai kebutuhan daftar personel dan perlengkapan (DSPP), sehingga satuan tersebut siap bertempur, sembari mengkalkulasi berapa kekurangan material yang perlu diadakan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini