Apel Kesiapsiagaan, Ridwan Kamil: Jabar Hadapi hingga 2.000 Bencana Tiap Tahunnya

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Selasa 23 November 2021 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 337 2506071 apel-kesiapsiagaan-ridwan-kamil-jabar-hadapi-hingga-2-000-bencana-tiap-tahunnya-mxVzQqDdXL.jpg Ridwan Kamil. (Foto: Dok Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di halaman Gedung Sate Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (23/11/2021). Ridwan Kamil memastikan kesiapan personel, termasuk peralatan dan logistik untuk mengantisipasi potensi bencana yang terjadi di Jabar, menyusul tingginya curah hujan belakangan ini.

"Tadi sudah dilihat bahwa Jabar pasukan kebencanaannya sangat siap. Ada peralatan baru, dapur umum yang canggih dari Kodam melengkapi dapur umum yang ada dari berbagai institusi, termasuk kepolisian, Basarnas, Dinsos dan lainnya. Kemudian kita ada peralatan mengubah air sungai layak minum jika di titik kebencanaan butuh air bersih yang memadai," ujar Ridwan Kamil.

Menurut pria yang biasa disapa Kang Emil itu, di balik keindahannya, Jabar juga punya potensi kebencanaan. Berdasarkan catatan, kata Ridwan Kamil, terdapat 1.500-2.000 laporan kebencanaan di Jabar setiap tahunnya.

"Mayoritas adalah bencana hidrologis rata-rata dari Jabar tengah ke utara, sifatnya banjir, Jabar tengah ke selatan sifatnya longsor," sebutnya.

Kang Emil menegaskan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan peringatan bahwa musim hujan akan terjadi hingga Januari 2022, di mana sesekali akan terjadi hujan yang sangat ekstrem. Untuk itu, sejak Oktober 2021 pihaknya sudah menetapkan status siaga satu bencana di seluruh wilayah Jabar.

Baca juga: Dukung PPKM Level 3 Nataru, Ridwan Kamil: Jangan Euforia Nanti Kasus Meningkat

"Per hari ini dari Oktober sudah disampaikan siaga satu, sudah ada 500-an laporan kebencanaan dan mudah-mudahan tahun ke tahun jumlahnya makin sedikit dan kita bisa fokus membangun Jabar lebih baik," ujarnya.

Disinggung daerah rawan bencana di Jabar, Kang Emil menyebutkan bahwa kawasan selatan Jabar, mulai dari Garut, Cianjur dan Sukabumi kini menjadi fokus perhatiannya. Bahkan, pihaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap Kabupaten Bogor yang menjadi wilayah paling rawan bencana di Jabar.

"Tanggal 30 seluruh bupati dan wali kota akan saya kumpulkan di Bogor dan Depok, salah satu poinnya mengevaluasi respons terhadap potensi kebencanaan. Intinya, kami sangat siap menolong warga terkena bencana, peralatan sudah lengkap," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Dani Ramdan mengakui bahwa banjir dan longsor merupakan bencana yang paling rawan terjadi selama musim hujan di Jabar.

"Pertama longsor karena memang kondisi Jawa Barat ini sangat banyak kecuraman, kedua banjir karena aliran sungainya paling banyak dan intensitas hujan paling tinggi," ujar Dani.

"Kita punya dokumen kajian resiko yang selalu di-update setiap tahunnya, di.situ terdapat peta-peta rawan bencana yang mutakhir dan menjadi rekomendasi untuk instansi terkait maupun masyarakat," tegasnya..

Pihaknya memprediksi, puncak potensi bencana di Jabar bakal terjadi pada Januari sampai Februari 2022. Menghadapi pontensi bencana tersebut, BPBD Jabar bersama sejumlah intansi lainnya menyiagakan personel sejak Oktober 2021 sampai April 2022 mendatang.

"BPBD siap siaga dan mengaktivasi posko 1x24 jam 7 hari dalam seminggu di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini