Utangnya Capai Rp8 Triliun, Pemerintah Somasi Obligor BLBI Kaharudin Ongko

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 22 November 2021 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 337 2505487 utangnya-capai-rp8-triliun-pemerintah-somasi-obligor-blbi-kaharudin-ongko-6NBrNK6dOF.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto : MPI)

JAKARTA - Kaharudin Ongko dan Agus Anwar, obligor atau pemilik bank yang mendapat kucuran dana dari Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), disomasi pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana  BLBI.

"Satgas BLBI akan mengeluarkan somasi kepada obligor Kaharudin Ongko dan Agus Anwar agar segera memenuhi kewajibannya," kata Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD saat menggelar konpers, Senin (22/11/2021).

Untuk diketahui, Kaharudin Ongko memiliki utang sebesar Rp8,2 triliun kepada negara berkaitan dengan kucuran dana BLBI yang diberikan kepada Bank Umum Nasional (BUN) dan Bank Arya Panduarta.

Sementara Agus Anwar, utangnya mencapai Rp104,630 miliar. Utang itu terdiri dari penjamin atas penyelesaian kewajiban debitur PT Panca Muspan dan PT Bumisuri Adilestari rerta dalam rangka penyelesaian kewajiban pemegang saham (PKPS) Bank Pelita Istismarat.

Karena itu, Mahfud mengancam akan mengambil langkah tegas jika keduanya tidak mengindahkan somasi pemerintah. "Apabila tidak diindahkan, satgas BLBI akan menempuh langkah hukum untuk memastikan hak negara dipenuhi oleh obligor yang bersangkutan," kata Mahfud.

Baca Juga : Asetnya Disita, Tommy Soeharto: Nanti Ada Langkah Hukum!

Satgas BLBI terus menerus mengingatkan kepada obligor dan debitur melalui surat maupun melalui pernyataan atau peringatan terbuka ini, untuk memenuhi kewajibannya dengan melunasi utang kepada negara. Disisi lain, satgas mengapresiasi terhadap obligor dan debitur yang telah kooperatif.

"Pemerintah juga mengapresiasi sejumlah obligor dan debitur yang sudah memenuhi panggilan satgas BLBI dan menyatakan akan melunasi utangnya, juga kepada obligor dan debitur yang sudah menunjukan etika baik dengan melakukan pembayaran sebagian dari kewajibannya," kata Mahfud.

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini