Share

Pemerintah Larang Cuti Akhir Tahun, Epidemiolog: Harus Dibarengi Manajemen Risiko

Dita Angga R, Sindonews · Senin 22 November 2021 04:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 337 2505327 pemerintah-larang-cuti-akhir-tahun-epidemiolog-harus-dibarengi-manajemen-risiko-uD4aIPlizc.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Pemerintah melarang cuti bersama di akhir tahun bagi ASN, TNI/Polri, pegawai BUMN hingga swasta sebagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menilai bahwa langkah pemerintah tersebut tepat. Meski demikian, hal tersebut harus dibarengi dengan manajemen risiko.

“Dengan adanya larangan cuti bagi ASN dan TNI Polri hingga swasta tentu akan menambah efektivitas (cegah penularan). Sebagai langkah mitigasi sudah benar dan tepat. Dan tentu hal ini harus dibarengi dengan strategi komunikasi risiko dan manajemen risiko dan literasi,” katanya, Senin (22/11/2021).

Menurutnya, manajemen risiko ini perlu dilakukan dengan meningkatkan literasi. Hal ini agar masyarakat memahami bahwa saat Nataru diperlukan kewaspadaan.

Baca juga: Cuti Bersama Natal dan Tahun Baru Dihapus Cegah Covid-19, Berikut 5 Faktanya

Dia mengatakan bahwa tanpa adanya literasi tersebut masyarakat bisa saja mengambil libur sebelum dan setelah Nataru.

Baca juga: Wagub Ariza: Kita Harus Berjuang dan Konsisten Terapkan Prokes Jelang Nataru

“Karena bicara libur, nah kalau sebelumnya sudah pada libur. Sebelumnya pada pergi kan tanpa memperhitungkan aspek-aspek mitigasi risiko kan sama akhirnya. Atau pascanatarunya (libur),” ungkapnya.

Selain itu juga efektivitas larangan ini juga bergantung pada manajemen risiko di pemerintah daerah. “Mereka nggak pergi tapi kan umumnya melakukan aktivitas rekreasi atau apapunlah. Nah ini harus diberi opsi yang aman," ujarnya.

"Misalnya pemdanya membuat daftar lokasi yang aman dan sifatnya outdoor dengan protokol yang kuat dan lain sebagainya. Sehingga masyarakat punya pilihan saya bisa ke sini dan tidak perlu jauh juga. Pemda juga bikin mana yang nggak aman,” imbuhnya.

Baca juga: Mantan Direktur WHO Soroti Hal Ini Sebelum PPKM Level 3 Nataru Diterapkan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini