Share

dr Reisa Ingatkan Masyarakat Tak Cari Booster tapi Herd Immunity

Widya Michella, MNC Media · Jum'at 19 November 2021 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 337 2504612 dr-reisa-ingatkan-masyarakat-tak-cari-booster-tapi-herd-immunity-yvhFQRm9PI.jpg dr Reisa Broto Asmoro (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Juru bicara penanganan dan vaksinasi Covid-19 untuk pemerintah, dr. Reisa Broto Asmoro mengingatkan bahwa masyarakat seharusnya bukan mencari dosis ketiga atau booster. Namun, mencari alat untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

"Hanya dengan bersama-sama kita bisa mengakhiri pandemi, bukan suntikan booster yang seharusnya kita cari tetapi booster atau alat untuk meningkatkan kekebalan bersama yang harus kita fokuskan saat ini," kata dr. Reisa dalam keterangan pers juru bicara pemerintah dokter Reisa Broto Asmoro di kantor presiden yang disiarkan secara daring Jumat,(19/11/2021).

Saat ini, lanjut dia, jumlah total vaksin Covid-19 yang sudah diterima di Indonesia per hari Jumat 19 November 2021 hampir 350 juta atau 348,6 juta dosis vaksin baik bentuk jadi maupun bahan baku.

Reisa menambahkan bahwa vaksin tersebut akan digunakan untuk mengejar target vaksinasi dosis pertama 70% pada akhir Desember 2021.

Baca juga: Dokter Reisa: 416 Juta Suntikan Lagi Indonesia Capai Target Vaksinasi Covid-19

Dia kembali mengingatkan bahwa seluruh jenis vaksin Covid-19 saat ini tetap berfungsi untuk mengurangi penyebaran covid-19. "Semua jenis vaksin sama efektifnya disetujui oleh BPOM yang artinya aman bermutu berkhasiat," ucapnya.

Reisa mengutip data WHO bahwa vaksin harus menjangkau yang paling membutuhkannya jadi bukan hanya tentang berapa cakupan vaksin yang telah dicapai, tapi juga tentang siapa saja yang sudah di vaksinasi.

Baca juga: Kegiatan Keagamaan Akhirnya Dibuka Kembali Setelah Menanti 20 Bulan

"Program vaksinasi Covid-19 Indonesia sejatinya bukan hanya tentang siapa yang di vaksinasi tetapi juga tentang siapa saja yang belum di vaksinasi," ucapnya.

Menurutnya, perlu dilakukan penghitungan seberapa besar populasi lansia, orang dengan kondisi kesehatan yang lebih berbahaya kalau dia terpapar Covid 19 atau memiliki komorbid yang telah divaksin. Bahkan bagaimana cakupan di kelompok penyandang disabilitas, ibu hamil, dan kelompok sasaran anak-anak juga perlu dirangkul untuk melakukan vaksinasi.

"Ini adalah pengingat bahwa fokus kita bukan tentang vaksin ketiga atau vaksin booster akan dimulai. Tapi apakah vaksinasi lansia yang sekarang berada di hampir 50% dosis pertama dan sekitar 31% di dosis kedua kita bantu tingkatkan dengan cepat sebelum tahun 2021 berakhir," tuturnya.

Baca juga: Cantiknya Dokter Reisa Selfie Berlatar Sunset, Netizen: Mirip Gal Gadot!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini