Share

PNS Gugat dan Usir Keluarganya, Ibu Kandung: Itu Rumah Warisan

Yusradi, iNews · Jum'at 19 November 2021 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 337 2504137 pns-gugat-dan-usir-keluarganya-ibu-kandung-itu-rumah-warisan-nxSWFsgIKo.jpg Ibu yang digugat anaknya. (Foto : iNews/Yusradi)

JAKARTA - Seorang ibu di Aceh Tengah, Aceh, bernama Kausar (71) diusir dari rumah digugat anaknya yakni Asmaul Husna (49) yang merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS), terkait kepemilikan rumah. Kausar mengaku, rumah tersebut merupakan didapat dari warisan.

Kausar menjelaskan, jika rumah yang dia tempati adalah rumah warisan peninggalan almarhum suaminya. Sehingga, rumah itu menjadi rumah bersama.

"Rumah ini warisan, ini bukan jual beli sama dia (Asmaul Husna)," kata Kausar, beberapa waktu lalu.

Kausar menyayangkan sikap Asmaul Husna yang mengusirnya dan menuntut dirinya hingga Rp200 juta karena tinggal di rumah itu selama 2 tahun. Tak hanya itu, Asmaul Husna juga menuntut adik-adiknya.

Menurutnya, sebagai anak tertua, Asmaul Husna harusnya dapat menjadi contoh dan bersikap bijak. Apalagi dibandingkan adik-adiknya, Asmaul Husna mengeyam pendidikan lebih tinggi.

Proses musyawarah sebenarnya sudah dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, musyawarah tak kunjung menemukan titik temu.

Menurut sang ibu, Asmaul Husna merasa memiliki rumah tersebut karena paling disayang oleh bapaknya dibandingkan anak-anak yang lain.

Baca Juga : Sosok Asmaul Husnah, PNS Cantik yang Gugat Ibu Kandung dan Minta Ganti Rugi Rp200 Juta

"Katanya dia paling disayang sama bapaknya. Padahal mah, anak sama di mata bapaknya," kata Kausar.

Sebagaimana diketahui, gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Takengon dengan Nomor register 9/PDT.G/2021/PN TKN/ tertanggal 19 Juli 2021. Penggugat memiliki hak atas sebidang tanah seluar 894 meter yang di atasnya berdiri bangunan berlantai 3 permanen, di Jalan Yos Sudarso, Kampung Blang Kolak II, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Atas penguasaan atau menduduki objek sengketa tersebut dari tahun 2019 sampai saat ini tanpa hak dan tanpa seizin penggugat. Penggugat meminta ibu kandung yang berusia 71 tahun serta ke empat adiknya untuk meninggalkan rumah tersebut dan mengganti kerugian sebesar Rp200 juta karena telah menempati rumah tersebut selama dua tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini