5 Kasus Pencuri yang Dimaafkan Korban, Salah Satunya Ajudan Pribadi

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 19 November 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 337 2504034 5-kasus-pencuri-yang-dimaafkan-korban-salah-satunya-ajudan-pribadi-6aUiv78fAU.jpg Ajudan Pribadi, Akbar (foto: dok pribadi)

TINDAK pencurian sering kali terjadi karena adanya tuntutan ekonomi yang memaksa seseorang untuk melakukan perbuatan kiminal tersebut. Apa pun dalihnya, pelaku kejahatan tetap harus diadili sesuai hukum yang berlaku. Namun, hal ini bisa saja tidak terjadi lantaran korban pencurian memilih untuk tidak melaporkan pencurian tersebut atau memaafkan pelaku. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa kasusnya.

1. Pencurian Toko Emas di Samarinda

Rekaman CCTV menangkap seorang wanita yang mencuri emas di salah satu toko emas di Samarinda, Kalimantan Timur. Wanita ini dikabarkan mencuri gelang emas seberat 10 gram.

Rekaman tersebut kemudian viral di media sosial dan membuat korban menemukan pelaku, NS, yang mengaku bahwa ia tidak sengaja membawa emas tersebut ketika sedang mengejar sang anak.

Baca juga:  Rumah Chef Aiko Dibobol Maling, Motor CRF Rally Rp80 Juta Raib

Namun, NS tidak kunjung mengembalikan emas tersebut hingga aksinya dibongkar. Kendati demikian, korban pencurian yang berinisial Z membatalkan niatannya melapor pada pihak kepolisian dan memilih untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

2. Mencuri di Swalayan

 

Dua orang wanita dipergoki mencuri barang di sebuah swalayan yang terletak di Blitar. Kejadian ini terjadi pada Kamis (2/9/2021). Kedua pelaku yang berinisial Y dan M mencuri sejumlah barang dari toko swalayan milik korban.

Baca juga:  Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Pencurian Spion di Tambora Berhasil Ditangkap

Kepada pihak kepolisian, kedua pelaku mengaku tidak memiliki niat untuk berbuat jahat. Namun, pada saat itu kedua pelaku tidak memiliki uang. Kedua suami pelaku tidak memiliki pekerjaan, dan Y mengatakan bahwa ia memiliki anak yang masih harus diberi makan.

Setelah ditahan selama 6 hari, keduanya dapat bebas karena pemilik swalayan mencabut laporannya. Hal ini dilakukan korban karena merasa iba dengan kedua pelaku, ditambah dengan kerugian yang tidak begitu besar yaitu hanya sekitar Rp 640 ribu. Kedua pelaku akhirnya dibebaskan pada Rabu (8/9/2021).


3. Mencuri Kompor Gas

 

Pria berinisial DP (28) ketahuan mencuri kompor gas milik tetangganya pada Rabu (24/3/2021) pukul 19.30 WIB. Kejadian yang terjadi di Medan, Sumatera Utara ini bermula saat pelaku menggunakan kompor gas milik tetangganya itu untuk membiayai kebutuhan hidup ketiga anak dan istrinya karena kesulitan ekonomi yang mereka alami.

Karena memahami kondisi pelaku, korban memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah ini di ranah hukum. Pihak kepolisan setempat kemudian mengerahkan anggotanya untuk memberikan bantuan guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pelaku.

4. Mencuri Ponsel Ajudan Pribadi

Pihak kepolisian menangkap seorang wanita berinisial S (49) karena telah mencuri ponsel milik seorang ajudan pribadi, Akbar Baharudin. Kejadian ini terjadi pada Rabu (17/2/2021) di Bandara Soekarno-Hatta.

Korban, yang tiba di lokasi setelah mengunjungi Makassar, kehilangan sebuah ponsel senilai Rp 13 juta yang diyakini jatuh dari jaketnya. Ia kemudian meminta bantuan saudara iparnya untuk menemukan ponsel tersebut.

Dalam waktu sepekan, pelaku pencurian tersebut ditemukan. S bersama anaknya, M (22) dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Menurut kesaksian S, ia menemukan ponsel itu di bangku bandara dan menyerahkannya ke tangan anaknya yang menggunakan ponsel tersebut untuk kuliah daring.

Kondisi pelaku yang sedang sakit akhirnya membuat MA iba dan meminta polisi untuk tidak menuntut pelaku. Tidak hanya itu, ia juga memberikan sejumlah uang guna membeli ponsel baru untuk keperluan kuliah M.

5. Mencuri Beras

Pelaku pencurian satu sak beras di Dusun Tanggul, Desa Baujeng, Pasuruan merupakan seorang pria berinisial NW (50). Menurut pengakuannya, ia nekat mencuri beras karena terimpit keadaan. Beras senilai Rp 250 ribu itu dicurinya karena ia tidak mempu membeli.

Mendengar pengakuan ini, M yang merupakan korban pencurian merasa iba dan menyesal karena sebelumnya sempat memukul pelaku. Ia juga memutuskan untuk tidak membuat laporan kepada pihak kepolisian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini