Share

Gerindra dan PDIP Semakin Mesra, Duet Prabowo-Puan Bisa Terwujud di 2024

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 18 November 2021 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 337 2503881 gerindra-dan-pdip-semakin-mesra-duet-prabowo-puan-bisa-terwujud-di-2024-RZCKYSJCh9.jpg Foto Puan bersama Mega dan Prabowo/ IG

JAKARTA - Pertemuan tiga tokoh nasional yaitu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani masih menjadi perbincangan hangat di dunia politik.

(Baca juga: Moment Puan Bersama Mega dan Prabowo Satu Meja, Sinyal Duet di 2024?)

Foto ketiga tokoh tersebut saling berbincang diunggah oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam akun Instagramnya @puanmaharaniri.

Pengamat Lingkar Madani Untuk Indonesia, Ray Rangkuti mengatakan, postingan dari Puan Maharani menandakan bahwa ada kemungkinan besar PDI Perjuangan dan Gerindra berkoalisi dalam Pilpres 2024.

(Baca juga: Terungkap! Nama Belakang Prabowo Subianto Ternyata Diambil dari Legenda Brimob)

"Seperti telah beberapa kali saya sampaikan bahwa posisi PDIP dengan Gerindra saat ini adalah posisi "butuh banget". Skenario mendampingkan Prabowo-Puan itu beban utamanya ada di pundak PDIP," ujar Ray Rangkuti, ketika dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Kamis (18/11/2021).

Ia menyebutkan, Prabowo Subianto memiliki banyak opsi alternatif pasangan Capres Cawapres dibandingkan Puan Maharani.

"Bisa dengan Puan tapi bisa juga dengan banyak nama yang beredar saat ini. Nasib PDIP yang sangat tergantung Gerindra inilah yang mengakibatkan posisi PDIP seperti me'mepet' dan menempel terus Prabowo," terang Ray Rangkuti.

Seperti yang terjadi pada pertemuan tak sengaja Ibu Mega, pak Prabowo, mbak Puan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Istana Negara dalam acara pelantikan panglima TNI.

"Pak Prabowo diajak berdiskusi dengan 3 petinggi PDIP secara langsung, sementara dari Gerindra ada Pak Prabowo. Saya kira akan begini terus ke depannya, selama capres atau cawapres dari PDIP tidak bersifat opsional. Mendesain satu calon tunggal itu mengakibatkan PDIP mengunci diri sendiri," lanjut Ray Rangkuti.

Menurutnya, akan sulit bagi PDIP untuk menjadi luwes dan berdialog dengan banyak parpol lain. Karena pintu yang paling dekat dan terlihat lebih besar peluangnya adalah Gerindra, maka PDIP dengan terbuka memperlihatkan hubungan yang terlihat mesra itu.

"Tapi, cerita ini masih sulit ditebak. Segala sesuatunya dapat berubah, khususnya di internal Gerindra. Pendekatan PDIP ke Gerindra yang terlihat elitis dan struktural bisa menemukan batu sandungan di internal Gerindra. Belum tentu seluruh kader Gerindra setuju Prabowo dengan PDIP. Jadi masih lama kisah ini akan berlangsung. Sepanjang itu pulalah cerita 'pepet' dan tempel ini akan berlangsung," pungkas Ray Rangkuti.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini