Share

PPATK: Pola Transaksi Korupsi Berubah pada Pandemi Covid-19

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Kamis 18 November 2021 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 337 2503792 ppatk-pola-transaksi-korupsi-berubah-pada-pandemi-covid-19-wL5RzIAmhI.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana mengungkapkan bahwa pada era pandemi Covid-19 didapati adanya perubahan pola transaksi tindak pidana korupsi.

"Perubahan terkait dengan kasus yang dirasakan memang era pandemi ini perubahan pola transaksi para pelaku memang berubah. Dulu sering konvensional sekarang lebih kepada menggunakan teknologi informasi, fintech dan sebagainya," kata Ivan dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021).

Tidak hanya itu, kata Ivan, pihaknya saat ini juga sedang menganalisis adanya dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan alat kesehatan di masa pandemi Covid-19.

"Kalau bicara masalah alkes dan beberapa tindak pidana korupsi yang berhasil dilakukan analisa oleh PPATK baik analisis atau pemeriksaan sudah beberapa kami infokan ke KPK dan kita terus komunikasi terkait hal tersebut. Kita masih lakukan pendalaman dan tentunya nanti ada perkembangan lebih lanjut," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait transaksi mencurigakan pada penanganan covid-19.

"Kalau yang laporan proaktif PPATK ada juga beberapa menyangkut kegiatan di masa pandemi, ada, harus saya akui ada. Itu tentu akan kita lihat predikat crime -nya," ujar kata Alex.

Baca Juga : Diduga Rugikan Negara Rp39 Miliar, 2 Bos Bank DKI Dijebloskan ke Penjara

Alex menegaskan bahwa pihaknya sedang menelisik transaksi mencurigakan itu apakah masuk kategori tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyangkut tindak pidana korupsi.

"Sekali lagi wewenang KPK di TPPU itu kan terkait tipikor. Nah itu sedang kita cari kaitannya dengan transaksi-transaksi ada gak sih dengan kegiatan pengadaan misalnya alkes kah PCR kah dan seterusnya," tegasnya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Selain itu, kata Alex, pihaknya juga menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan korupsi pada pengadaan di masa pandemi Covid-19.

"Kami menerima ada laporan masyarakat kegiatan penagdaan di era pandemi ini tentu itu nanti kami akan meminta PPATK mendalami transaksi-transaksi dari para pihak yang kami duga berkiatan dengan pengadaan bansos kah atau alkes dan lain sebagainya," kata Alex.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini