Share

Kenapa KPK Selalu Memantau Pemilu? Ini Alasannya

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Kamis 18 November 2021 09:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 337 2503585 kenapa-kpk-selalu-memantau-pemilu-ini-alasannya-9wvrmnDhxV.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan alasannya ikut serta memantau Pemilu. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan pencegahan terhadap para calon-calon anggota dewan hingga kepala daerah yang akan melaksanakan praktik rasuah.

Menurut data KPK sejak 2014 hingga Maret 2021, setidaknya terdapat 281 anggota dewan dan 152 kepala daerah pernah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Angka tersebut menyumbang 35 persen dari keseluruhan angka “pasien” KPK. Padahal sejatinya jabatan-jabatan tersebut dijalankan secara amanah karena sudah dipilih oleh konstituen.

“Pemilu masih lama. Pemilu tugasnya KPU dan Bawaslu, kenapa KPK sibuk ngurusi? Kita tidak bisa bicara lama atau tidak. Karena gejolak dan riak terus terjadi. Korupsi pun terus berlangsung. Makanya perlu kita ingatkan. Karena sekali lagi kami ingatkan korupsi adalah pilihan hidup. Hari ini gak korupsi, besok belum tentu,” ujar Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Permas) KPK Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021).

Kumbul menyebut, jika seseorang memiliki jabatan dan kekuasaan, prinsip tidak korupsi belum tentu masih dipegang. Untuk itu, lanjutnya, KPK berkepentingan untuk terus memberikan edukasi.

"Mengingat banyaknya pelaku korupsi yang ditangani KPK adalah kader partai politik yang notabene melalui sistem politik," katanya.

KPK pun bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Badan Pengawas Pemilu (Pemilu) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Antikorupsi Bagi Penyelenggara Dan Pemilih Pemilu Berintegritas. Kegiatan dilaksanakan pada 17-18 November 2021 bertempat di The Rich Jogja Hotel, Mlati, Yogyakarta.

Baca Juga : Semua Parpol Harus Dimintai Pendapat soal Perubahan Jadwal Pemilu 2024

Tujuan bimtek, kata Kumbul, adalah untuk memberikan pengetahuan atau pemahaman tentang pemilu, menumbuhkan sikap dan kesadaran antikorupsi, juga untuk membangun pemilu Indonesia yang cerdas dan berintegritas bagi seluruh aktor utama dan aktor pendukung yang terlibat.

"Melalui pemberian pemahaman antikorupsi, penyelenggara dan pemilih diharapkan mengedepankan prinsip dasar pemilu demokratis dan berintegritas serta norma etika politik, mematuhi kode etik dari free and fair election, serta menolak berbagai bentuk penyimpangan pemilu," ungkapnya.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Kumbul pun berharap partisipasi politik masyarakat dapat berkontribusi pada proses dan hasil pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

"Serta meningkatkan upaya pengawasan dan pelaporan praktik korupsi politik yang kerap terjadi dalam penyelenggaraan pemilu," pungkasnya.

Hadir membacakan sambutan dari Gubernur DIY, Wakil Gubernur DIY KGPAA Sri Paduka Pakualam X menyampaikan empat hal yang harus dipahami, yaitu pertama, tindakan korupsi bukanlah soal kualitas sistem dan regulasi, melainkan soal kualitas individu. Kedua, Korupsi sebagai bentuk kejahatan harus diberantas secara tuntas. Ketiga, korupsi tidak terbatas pada soal uang atau penyalahgunaan materi.

“Dan yang keempat, pemilu melibatkan tiga aktor yaitu penyelenggara, peserta dan pemilih yang harus equal, baik dalam hal komitmen maupun dalam hal upaya,” kata Pakualam X.

Salah satu strategi yang bersifat jangka panjang, lanjut Pakualam, yaitu edukasi untuk membangkitkan kesadaran masyarakat.

"Dan mengajak masyarakat untuk terlibat dalam gerakan pemberantasan korupsi, serta membangun perilaku dan budaya antikorupsi," kata Pakualam X.

Bimtek Antikorupsi ini merupakan yang ketiga yang dilaksanakan sepanjang tahun 2021. Kelas serupa telah dilaksanakan di Provinsi Aceh pada bulan September 2021 dan di Provinsi Gorontalo pada bulan Oktober 2021 lalu. Kelas berikutnya akan diselenggarakan di Provinsi Jawa Timur pada bulan Desember nanti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini