Share

Anak dan Penyuap Aa Umbar Divonis Bebas, KPK Ajukan Kasasi

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 17 November 2021 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 337 2503424 anak-dan-penyuap-aa-umbar-divonis-bebas-kpk-ajukan-kasasi-hNT4jJWGBu.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan kasasi terhadap vonis bebas dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kedua terdakwa itu adalah Totoh Gunawan dan anak Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Andri Wibawa.

Penyerahan memori kasasi itu dilakukan setelah majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung menjatuhkan vonis bebas pada Kamis (4/11/2021).

"Rabu (17/11/2021), Tim Jaksa melalui kepaniteraan pidana khusus pengadilan Tipikor Bandung, telah menyatakan upaya hukum, yakni menyatakan upaya hukum Kasasi untuk Terdakwa Andri Wibawa dan M Totoh Gunawan dalam perkara TPK pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid 19 pada Dinsos Pemkab Kabupaten Bandung Barat tahun 2020," ujar Plt Juru bicara KPK Ipi Maryati dalam keterangannya, Rabu (17/11/2021).

Majelis hakim menilai Andri dan Totoh tidak berbukti melakukan unsur tindak pidana. Sementara jaksa KPK menuntut Totoh Gunawan agar dihukum selama 6 tahun penjara dan Andri Wibawa dituntut 5 tahun penjara.

Selain itu, Jaksa KPK mengajukan banding atas putusan Bupati Bandung Barat Aa Umbara. Aa Umbara divonis 5 tahun penjara dengan denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan ditambah kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp2,379 miliar subsider 1 tahun penjara.

"Penyerahan memori banding untuk Terdakwa Aa Umbara," kata Ipi.

Baca Juga : Anak Eks Bupati Bandung Barat Divonis Bebas Terkait Korupsi Bansos, Ini Respons KPK

Tim jaksa KPK juga mengajukan kasasi untuk terdakwa Wali Kota Cimahi nonaktif Ajay M. Priatna dalam perkara menerima gratifikasi terkait pembangunan RS Kasih Bunda.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di pengadilan tingkat pertama, Ajay dijatuhi vonis 2 tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Pada Pengadilan Tinggi Bandung vonis Ajay juga diperkuat.

"Penyerahan memori kasasi untuk Terdakwa Ajay M. Priatna," ucap Ipi.

KPK berharap, kata Ipi, baik Majelis Hakim di tingkat banding dan kasasi dapat sepenuhnya mengabulkan permintaan Jaksa lembaga antikorupsi itu.

"Terkait memori kasasi dan memori banding dimaksud, KPK berharap Majelis Hakim baik di tingkat banding maupun tingkat kasasi, sepenuhnya mengabulkan permintaan Tim Jaksa sesuai dengan fakta-fakta hukum selama proses persidangan dan memutus sesuai dengan rasa keadilan publik," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini