Share

Mengejutkan! Hendropriyono Bongkar Intelijen yang Sangat Berbahaya

Mohammad Adrianto S, Okezone · Kamis 18 November 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 337 2503417 mengejutkan-hendropriyono-bongkar-intelijen-yang-sangat-berbahaya-FgYQhtKWW4.jpg AM Hendroriyono/ Okezone

JAKARTA - Sosok mantan Kepala BIN Jenderal (purn) AM Hendropriyono sudah begitu dikenal dalam dunia militer dan intelijen. Dirinya bahkan disebut sebagai Master of Intelligence" karena menjadi "Profesor di bidang Ilmu Filsafat Intelijen".

(Baca juga: Kisah Spionase Intelijen Korut di Indonesia)

Jenderal yang malang melintang di Korps Baret merah ini memaparkan salah satu musuh tersulit dari lembaga telik sandi, yaitu Metode Klandestin.

Klandestin sendiri merupakan kegiatan berbentuk propaganda yang dilakukan secara rahasia atau diam-diam dengan tujuan tertentu.

(Baca juga: Bersimbah Darah, Hendropriyono Berhasil Lumpuhkan Gembong PKI Paling Ditakuti)

"Orangnya merupakan teman kita, tapi otaknya bekerja untuk musuh. Dia belum tentu pembelot, dan bisa jadi melakukan tindakan ini karena dikontrol oleh musuh," tutur Hendropriyono dalam Podcast Deddy Corbuzier Rabu (17/11/2021),

Untuk memberi pemahaman lebih dalam, Hendro menjelaskan satu contoh sederhana mengenai praktik Klandestin di kehidupan nyata.

"Katakan ada seorang rektor. Dia dipilih dan didukung oleh banyak orang yang tidak suka dengan negara ini. Tapi, rektor ini ternyata mendukung orang-orang yang bekerja untuk negara. Jadi ini bisa dianggap sebagai Klandestin," terang Hendropriyono.

Ini mengakibatkan orang tersebut tidak lagi amanah untuk bekerja demi negara, tetapi untuk keperluan pribadinya. Yang lebih menyeramkan, orang ini bisa jadi melakukan ini tanpa sepengetahuan dia.

"Bisa jadi pikirannya udah dibelok-belokin. Dia nggak lagi bekerja untuk national interest, melainkan karena personal interest," lanjutnya.

Menurut Hendro, Klandestin sulit untuk diatasi karena pelakunya umumnya berasal dari kalangan dekat, seperti teman sendiri.

"Kita sering cerita ke teman kita. Tanpa sadar kita cerita informasi-informasi penting, dan dia cerita ke atasan. Dia sendiri nggak sadar dan nggak merasa kalau lagi dipakai. Informasi sampai begitu aja ke atasan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini