Share

Indonesia Terima 1,2 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca dari Australia

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 17 November 2021 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 337 2503266 indonesia-terima-1-2-juta-dosis-vaksin-astrazeneca-dari-australia-fvJz7I1AlT.jpg Vaksin AstraZeneca. (Sindo)

JAKARTA - Indonesia kembali menerima donasi vaksin AstraZeneca dari Australia. Dalam kedatangan tahap ke-123, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin jadi AstraZeneca tiba di Tanah Air.

Menurut Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri, Santo Darmosumarto, dukungan kerjasama vaccine dose sharing dari Australia ini merefleksikan kuatnya kemitraan strategis komprehensif RI-Australia.

“Harapannya kerjasama ini akan berkontribusi bagi upaya memperkuat pemulihan ekonomi di kedua negara, termasuk guna memulai kembali perjalanan dua arah antar-perbatasan,” ujar Santo dalam keterangan resminya, Rabu (17/11/2021).

Sebelumnya, pemerintah Australia telah beberapa kali mengirimkan vaksin kepada Indonesia, di antaranya pada 20 Oktober 2021 dan 11 November 2021. Masing-masing pengiriman berjumlah 1,2 juta dosis.

Sementara Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong menambahkan, kerja sama antar negara-negara di dunia sangatlah penting dalam upaya penanganan Covid-19 yang telah memakan sangat banyak korban jiwa.

“Untuk itu, pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Australia atas kedatangan vaksin ini,” ujar Usman.

Baca Juga : Perhatikan Hal Ini Sebelum dan Sesudah Vaksin Covid-19

“Hal ini sekaligus menunjukkan dekat dan eratnya hubungan kedua negara tetangga ini, termasuk dalam upaya penanganan pandemi,” katanya.

Usman mengatakan, jelang akhir tahun, pemerintah Indonesia akan makin meningkatkan upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi, sehingga target yang telah dicanangkan bisa tercapai.

Bersamaan dengan itu, masih menurut Usman, pemerintah tak lupa mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

“Salah satu yang perlu diwaspadai adalah mengurangi peningkatan mobilitas pada akhir tahun. Agar tidak terjadi pengalaman buruk di tahun lalu, yaitu meningkat tajamnya penularan akibat mobilitas tinggi saat liburan,” kata Usman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini