Share

Deretan Aksi Pedofil di Indonesia dengan Berbagai Modus, Nomor 5 Sungguh Tragis

Mohammad Adrianto S, Okezone · Rabu 17 November 2021 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 337 2502771 deretan-aksi-pedofil-di-indonesia-dengan-berbagai-modus-nomor-5-sungguh-tragis-BXgewsLvxH.jpg Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Kasus pedofilia di Indonesia sudah berkali-kali terjadi. Ada saja modus pelaku untuk menarik perhatian korbannya guna melampiaskan nafsu bejat.

Baru-baru ini, kasus pedofilia kembali terjadi di Jagakarsa. Pelaku babak belur dihajar warga sekitar akibat mencoba melampiaskan hasratnya ke anak kecil.

Okezone mengumpulkan kasus pedofil di Indonesia serta modus mereka:

1. Pedofil di Jagakarsa

Seorang pelaku pedofil anak berinisial F ditangkap dan diamuk massa di Jalan Camat Gabun 1, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin, 15 November 2021 semalam. Pasalnya, dia melakukan pelecehan seksual pada belasan anak laki-laki di bawah umur.

"Waktu kejadian itu saya ditelepon sama Pak RT, katanya ada pelecehan seksual. Sampai di lokasi sudah ramai. Rumah (pelaku) sudah dikepung sama warga," ujar Ketua RW setempat, Raden Taufik pada wartawan, Selasa (16/11/2021).

Menurutnya, dia yang menerima informasi tersebut langsung mendatangi kediaman pelaku di Jalan Camat Gabun 1 tersebut guna mengamankan pelaku. Pasalnya, puluhan warga telah ada di depan rumah terduga pelaku itu dan berkumpul menunggu pelaku keluar dari rumahnya.

2. Pedofil Cabuli Anak di Hutan Jati

Seorang pria di Batang Jawa Tengah, diamankan warga di sebuah gubuk di tengah hutan jati, Selasa (9/9/2021). Dia diduga tengah melakukan rudapaksa terhadap dua korbannya, yang masih berusia di bawah umur.

Dari hasil penyelidikan sementara dugaan korban sudah lebih dari 30 anak. Pelaku yang diketahui bernama Feri Wahyu Raharjo (33) warga desa Sedayu Kecamatan Bandar ini tengah dihakimi warga. Pria dewasa ini diamankan oleh warga, karena tertangkap basah tengah melakukan pencabulan terhadap dua remaja laki-laki.

Baca juga: Pedofil Akan Miliki Tanda 'Stempel Bahaya' di SIM dan Paspor

Beruntung, polisi langsung datang ke lokasi dan mengamankan pelaku dari amukan massa, yang geram terhadap perilaku menyimpang pelaku. Tersangka pelaku pedofilia ini mencabuli korbannya di tengah gubuk di tengah hutan jati.

“Dari hasil penyidikan semantara, pelaku ternyata sering memaksa anak-anak di bawah umur menjadi korban perilaku seksnya yang menyimpang. Dugaan sementara korbannya sudah lebih dari 30-an anak remaja, yang tergiur ajakan pelaku. Para korban selalu di iming-imingi dengan uang agar telanjang dan melakukan orgasme di depannya,“ jelas Kapolsek Subah, AKP Prisandi Tiar.

3. Pedofil Ajak Jalan-Jalan Sebelum Beraksi

Sat Reskrim Polres Buton menangkap seorang pemuda berinisial FU warga Desa Tira, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), karena diduga kuat melakukan pencabulan terhadap 19 orang bocah berusia 10 hingga 12 tahun, Kamis (24/6/2021).

Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Aslim Ampo mengungkapkan, saat menjalankan aksinya, tersangka terlebih dahulu mengajak para korbannya untuk berkeliling menggunakan sepeda motor miliknya.

Setelah berkeliling dan menemukan tempat sepi, tersangka mulai melakukan aksinya kepada korbannya. Setelah menjalankan aksinya, tersangka kemudian mengancam para korbannya untuk tidak melaporkannya kepada siapapun.

"Tersangka melakukan aksi bejatnya sejak tahun 2018 lalu, dari pengakuannya ia pernah melakukan aksinya kepada korbannya hingga lima kali. Atas perbuatannya, tersangka akan disangkakan dengan pasal 82 ayat 1 dan 4 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak junto pasal 292 kuhp dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ujar AKP Aslim Ampo.

4. Pedofil dari Perancis Tertangkap di Bali

Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada warga negara Prancis, Emanuel Alain Pascal Mailet (53) dalam kasus kejahatan seksual anak alias pedofilia, Kamis (8/4/2021).

Emanuel ditangkap di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Oktober 2020. Dia dilaporkan ke polisi karena mencabuli anak berusia 10 tahun yang juga warga negara Prancis.

Terdakwa dan ayah korban sebenarnya merupakan teman baik dan rekanan bisnis. Awal Oktober 2020, korban dan orangtuanya berkunjung ke waterpark di Jalan Pelabuhan Benoa Denpasar.

Terdakwa ketika itu turut serta. Usai bermain, korban menuju kamar ganti. Tidak lama kemudian, terdakwa mengikuti. Ayah korban yang curiga lalu membuntuti. Dan benar, ayah korban memergoki anaknya sedang dicabuli pelaku.

5. Pedofil Perkosa Anak hingga Kena Kanker Rektum

TS (12), diketahui menderita kanker rektum stadium empat setelah menjadi korban pedofil yang dilakukan tetangganya, Amiruddin (56) warga Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat.

“Tersangka sudah sering melakukan perkara ini terhadap korban, sejak Agustus 2018 dan terakhir April 2019. Perbuatan persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan pelaku telah empat kali, dilakukan di semak-semak,” kata Kapolresta Padang, Kombes Yulmar Try Himawan, di Mapolresta Padang, Selasa (3/12/2019).

Modus yang dipakai tersangka, kata Yulmar, dengan cara memberikan uang sebagai pengganti hasil jualan keripik milik korban. Tersangka juga mengancam korban agar tidak tidak menceritakan kepada orang lain.

“Setiap dikasih Rp20 hingga Rp30 ribu korban diancam tidak boleh diberitahukan kepada orang lain. Memang akibat peristiwa ini, korban mengalami kanker stadium 4. Kasus ini memang menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini