BMKG : Waspada Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Antara, · Selasa 16 November 2021 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 337 2502354 bmkg-waspada-sejumlah-daerah-berpotensi-hujan-lebat-disertai-petir-dan-angin-kencang-40A3G8sG5u.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk waspada akan potensi hujan lebat, yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah daerah di Indonesia pada Selasa (16/11/2021).

Dalam sistem peringatan dini cuaca, BMKG memprakirakan wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang seperti di Aceh, Bali, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Gorontalo.

Baca juga:  BMKG: Saat Ini Baru Pembuka Musim Hujan, Puncaknya Januari-Februari 2022

Kemudian Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku.

Lalu di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Palua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi dan Sulawesi Tenggara.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi, Warga Pesisir Diminta Waspada

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat untuk waspada akan datangnya fenomena La Nina menjelang akhir tahun ini.

Berdasarkan monitoring terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, menunjukkan saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0,61 pada Dasarian I Oktober 2021.

Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang dan masyarakat serta pemerintah harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga sedang hingga Februari 2022.

Didasarkan pada kejadian La Nina tahun 2020 lalu, hasil kajian BMKG menunjukkan bahwa curah hujan mengalami peningkatan pada November hingga Januari terutama di wilayah Sumatra Selatan, Jawa, Bali, NTT, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

"Dengan adanya potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi," kata Dwikorita.

Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG A Fachri Radjab melaporkan perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menunjukkan nilai anomali sebesar -0,99 pada Dasarian I November 2021.

Hal tersebut menunjukkan fenomena La Nina dengan kategori lemah sedang berlangsung.

"Intensitas La Nina ditunjukkan dengan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik Timur secara sederhana, dampak La Nina lemah juga dapat meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," ujar Fachri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini