Hasil Eksaminasi Khusus, Kasus Valencya Diambil Alih Kejagung

Felldy Utama, iNews · Selasa 16 November 2021 04:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 337 2502319 hasil-eksaminasi-khusus-kasus-valencya-diambil-alih-kejagung-K0BSYG1gHD.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Leonard Eben Ezer Simanjutkan menyampaikan bahwa perkara atas nama terdakwa Valencya alias Nengsy Lim terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Karawang dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, kini diambil oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Penanganan perkara terdakwa Valencya alias Nengsy Lim dan Terdakwa Chan Yu Ching akan dikendalikan langsung oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum karena telah menarik perhatian masyarakat dan Pimpinan Kejaksaan Agung," kata Leonard dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).

"Temuan hasil eksamninasi khusus sebagai berikut; pertama, dari tahap Prapenuntutan sampai tahap Penuntutan baik dari Kejaksaan Negeri Karawang maupun dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tidak memiliki “Sense of Crisis” / Kepekaan," tuturnya.

Dia melanjutkan, para Jaksa yang menangani perkara ini nantinya akan dilakukan pemeriksaan fungsional oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan. Khusus terhadap Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, untuk sementara ditarik ke Kejaksaan Agung.

"(Hal ini) guna memudahkan pemeriksaan fungsional oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, semangat restoratif justice (RJ) yang digaungkan oleh Kejaksaan Agung RI ternyata tidak berlaku di Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang. Terbukti perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis dengan terdakwa Valencya (45), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 1 tahun penjara.

Baca Juga : Marahi Suami karena Mabuk, Valencya Menangis Dituntut 1 Tahun Penjara

Padahal, terdakwa dilaporkan karena memarahi Chan Yu Ching (mantan suaminya) karena pulang mabuk-mabukan. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, terdakwa Valencya dituntut 1 tahun penjara oleh JPU, Glendy, karena terbukti melanggar Pasal 45 Ayat (1) junto Pasal 5 huruf Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

"Memutuskan terdakwa terbukti secara sah melakukan KDRT psikis dan menjatuhkan pidana penjara satu tahun," kata Glendy di hadapan majelis hakim dengan ketua Ismail Gunawan dalam persidangan, Kamis 11 November 2021.

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini