Terdakwa Korupsi Proyek Jalan Bengkalis Divonis 2 Tahun, KPK Ajukan Banding

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 15 November 2021 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 337 2501955 terdakwa-korupsi-proyek-jalan-bengkalis-divonis-2-tahun-kpk-ajukan-banding-K8TW5uGlfk.jpeg Gedung KPK. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengajukan memori banding atas putusan vonis Direktur PT Arta Niaga Nusantara (ANN), Melia Boentaran dan Komisaris PT ANN Handoko Setiawan. 

Diketahui, Handoko divonis 2 tahun dan Melia divonis 4 tahun dalam kasus korupsi proyek jalan di Bengkalis, Riau.

"Tim Jaksa telah menyerahkan memori banding atas nama terdakwa Melia Boentaran dkk pada Jumat (13/11/2021) melalui Panitera Pengadilan Tipikor Pekanbaru," ujar Plt Juru bicara KPK Ipi Maryati dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).

Ipi menjelaskan, pengajuan upaya hukum banding ini dikarenakan ada beberapa pertimbangan majelis hakim yang belum mengakomodir tuntutan dari tim jaksa KPK.

"Antara lain terkait dengan masa pidana badan, nilai kerugian keuangan negara dan juga uang pengganti yang dibebankan kepada para terdakwa. Uraian lengkapnya telah termuat dalam memori banding," jelas Ipi.

Baca juga: KPK Periksa Orang Kepercayaan Azis Syamsuddin terkait Suap Pengurusan Perkara

Awalnya jaksa KPK menuntut Handoko dan Melia dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dalam kasus korupsi proyek jalan di Bengkalis itu. KPK pun berharap Majelis Hakim Pengadilan Tinggi dapat mengabulkan banding pihaknya.

"KPK berharap majelis hakim pada Pengadilan Tinggi Tipikor Pekanbaru mengabulkan seluruh isi dalam memori banding tim jaksa," ungkapnya.

(qlh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini