Share

Ini Langkah Satgas Covid-19 Cegah Varian AY4.2 Masuk Indonesia

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 15 November 2021 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 337 2501863 ini-langkah-satgas-covid-19-cegah-varian-ay4-2-masuk-indonesia-NcEDWZ0pGd.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry Harmadi mengatakan pemerintah dalam hal ini Satgas Covid-19 telah menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah varian Delta Plus atau AY4.2 masuk ke Indonesia.

Pertama, kata Sonny yakni membatasi entry poin ke Indonesia. “Tentunya, kita membatasi entry-point ya, titik masuk yang diperbolehkan. Tidak semua Bandara Internasional menerima kedatangan internasional. Tidak semua pelabuhan kita boleh menerima kedatangan internasional. Dan tidak semua Pos Lintas Batas negara kita yang merupakan lintas darat itu diperbolehkan untuk dibuka,” ungkap Sonny dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).

Sehingga, kata Sonny, pemerintah menetapkan hanya beberapa entry poin sebagai contoh yang sekarang diperbolehkan hanya di DKI Jakarta, kemudian di Surabaya, di Bali yang kemudian di Sam Ratulangi.

“Jadi di situ kita juga langsung melakukan tes PCR begitu orang tiba,” katanya.

Baca juga: Belum Masuk Indonesia, Berikut 5 Fakta Varian AY.4.2

Selain pemeriksaan dokumen, termasuk dokumen hasil pemeriksaan PCR sebelum keberangkatan dan juga kartu vaksinasi juga langsung kemudian di tes PCR. “Kemudian ditunggu selama 1 jam, bagi mereka yang positif langsung dipisahkan,” ungkap Sonny.

Baca juga: Varian Delta Plus AY.4.2 Masuk Malaysia, Indonesia Terapkan Skrining Kesehatan Berlapis

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sonny pun mengatakan bahwa saat ini Satgas Covid-19 mendorong agar tes PCR dilakukan di entry poin kedatangan bukan di tempat karantina.

“Sehingga memang kita sekarang mendorong dan memang mewajibkan tes PCR dilakukan di entry poin, bukan di tempat karantina untuk menghindari terjadinya transmisi penularan selama orang berpindah dan juga selama karantina tadi. Makanya kita jauh lebih ketat sekarang,” paparnya.

Kemudian, kata Sonny, negara-negara yang diperbolehkan masuk ke Indonesia juga sangat dibatasi.

“Hanya ada 19 negara dengan asumsi dan berbagai indikator epidemiologinya baik, termasuk positivity ratenya, kemudian kasus terkonfirmasi positifnya, jadi memang kita sangat berhati-hati terhadap kasus impor terutama munculnya varian baru," tuturnya.

Baca juga: Epidemiolog Sebut Varian Covid AY.4.2 Tidak Terlalu Berbahaya

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini